PORTAL ASPIRASI– Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Provinsi Lampung, Zulfahmi Hasan Azhari, menegaskan pentingnya peran organisasi sosial dan advokasi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara deklarasi Pos Bantuan Hukum PPH dan Advokasi Sahabat Marinda 54, yang digelar dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Zulfahmi Hasan menyampaikan apresiasi atas lahirnya Sahabat Marinda 54 sebagai wadah perjuangan sosial yang memiliki komitmen kuat untuk membantu masyarakat melalui advokasi hukum dan pendampingan sosial. Ia menekankan bahwa keberadaan organisasi ini harus lebih dari sekadar simbol, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat, khususnya kaum marhaen yang membutuhkan perlindungan hukum dan dukungan sosial.
“Dengan deklarasinya Posbankum PPH dan Advokasi Sahabat Marinda 54, kami berharap gerakan ini terus melangkah maju, menjadi penggerak perubahan yang nyata, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Jangan pernah alergi duduk bersama rakyat, karena dari sanalah semangat perjuangan marhaenisme tumbuh,” ujar Zulfahmi Hasan.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial yang menjadi ruh perjuangan GMNI harus terus dijaga, diwariskan, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Zulfahmi Hasan juga mengingatkan seluruh kader dan alumni GMNI untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui wacana, tetapi juga aksi nyata yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
“Keberadaan Sahabat Marinda 54 harus menjadi bukti nyata bahwa alumni GMNI tetap berpihak pada rakyat kecil. Masyarakat harus merasakan langsung dampak positif dari setiap langkah perjuangan yang kita lakukan,” tambahnya.
Acara deklarasi ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk politikus dan alumni GMNI Watoni Nurdin, akademisi Achmad Moelyono, serta sejumlah alumni GMNI lainnya yang memberikan dukungan moral dan strategis. Kehadiran mereka menjadi simbol sinergi antara kader muda dan alumni untuk memperkuat perjuangan sosial di Lampung.
Dalam suasana penuh keakraban, para peserta sepakat bahwa perjuangan untuk rakyat tidak boleh berhenti hanya di ruang diskusi. Sahabat Marinda 54 diharapkan menjadi wadah nyata yang berfokus pada bantuan hukum, pendidikan, advokasi sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Deklarasi ini juga menjadi momentum konsolidasi antara generasi muda dan alumni GMNI, untuk memperkuat jaringan perjuangan berbasis nilai-nilai kerakyatan dan keadilan sosial ala Bung Karno.
Zulfahmi Hasan menegaskan, DPD PA GMNI Lampung akan terus mendorong lahirnya gerakan sosial baru yang berpihak pada kepentingan rakyat, serta memperkuat posisi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi di masa depan. “Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang solid antara kader muda dan alumni, serta komitmen untuk menegakkan nilai marhaenisme, masyarakat Lampung akan mendapatkan perlindungan hukum dan sosial yang lebih merata, serta kesempatan yang lebih adil dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya.***













