Bakauheni Harbour City Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Baru Lampung, ASDP dan Pemprov Perkuat Sinergi

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI– Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kerja sama dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk mempercepat pengembangan Bakauheni Harbour City (BHC). Kawasan yang berada di pintu gerbang Sumatera tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan mengandalkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan aktivitas usaha masyarakat.

Penguatan kolaborasi itu dibahas dalam pertemuan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, bersama pihak ASDP di ruang kerjanya, Senin, 13 Juli 2026.

banner 336x280

Marindo mengatakan, pariwisata memiliki peran strategis sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah. Karena itu, pengembangan Bakauheni Harbour City perlu dilakukan melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah dan ASDP selaku pengelola kawasan.

Menurutnya, potensi BHC tidak boleh hanya dilihat sebagai kawasan pendukung aktivitas penyeberangan. Lebih jauh, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi destinasi yang mampu menarik wisatawan, menghidupkan kegiatan ekonomi, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Lampung.

“Pariwisata menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung. Melalui sinergi dengan ASDP, kita ingin memastikan kawasan Bakauheni Harbour City dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Lampung,” katanya.

BHC Diproyeksikan Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Marindo menilai Bakauheni Harbour City memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang menggabungkan destinasi wisata, ekonomi kreatif, dan aktivitas usaha masyarakat.

Salah satu langkah yang didorong adalah mengintegrasikan kegiatan di kawasan BHC dengan agenda serta kalender pariwisata daerah. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus mendorong kunjungan wisatawan ke Lampung.

Integrasi agenda pariwisata dinilai penting agar BHC tidak hanya ramai pada waktu tertentu, tetapi memiliki aktivitas yang berkelanjutan dan mampu menarik pengunjung secara konsisten.

Pemprov Lampung juga berharap pengembangan kawasan tersebut menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Pertumbuhan kunjungan wisatawan diharapkan berdampak pada meningkatnya kebutuhan jasa, perdagangan, kuliner, transportasi, hingga produk ekonomi kreatif lokal.

Dengan demikian, manfaat pembangunan BHC tidak hanya dirasakan oleh pengelola kawasan, tetapi juga pelaku usaha kecil dan masyarakat di sekitar Bakauheni.

Menara Siger dan Kapal Pesiar Jadi Daya Tarik

Sementara itu, Project Head Bakauheni Harbour City, Mario Sardadi, mengatakan pengembangan BHC tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik kawasan wisata. ASDP juga ingin menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Mario menyebut Bakauheni memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya tarik pariwisata Lampung sekaligus memperluas aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

“Bakauheni memiliki potensi besar sebagai pintu gerbang Sumatera. Kami ingin pengembangan BHC tidak hanya menghadirkan kawasan wisata, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui berbagai aktivitas ekonomi dan sosial,” ujar Mario.

Ia menjelaskan, Menara Siger yang telah dikenal sebagai salah satu ikon Lampung menjadi daya tarik penting dalam pengembangan kawasan. Selain itu, potensi kunjungan kapal pesiar juga menjadi peluang yang terus diperhatikan untuk meningkatkan aktivitas wisata.

Kombinasi antara ikon daerah, wisata kawasan pelabuhan, dan agenda hiburan diharapkan mampu memperkuat posisi Bakauheni sebagai salah satu tujuan wisata di Lampung.

Harbour Fest Dijadwalkan 8 Agustus 2026

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, ASDP juga menyiapkan sejumlah agenda kegiatan. Salah satunya adalah Harbour Fest yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026.

Agenda tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung ke Bakauheni Harbour City.

Mario menegaskan, keberhasilan pengembangan kawasan membutuhkan dukungan dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut diperlukan agar perencanaan, promosi, dan pelaksanaan kegiatan pariwisata dapat berjalan searah dengan kebijakan pembangunan Lampung.

Tantangan Mengubah Bakauheni Menjadi Destinasi Wisata

Pengembangan Bakauheni Harbour City membuka peluang bagi Lampung untuk memperkuat sektor pariwisata di wilayah selatan. Namun, keberhasilan kawasan ini tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas dan penyelenggaraan acara.

Ketersediaan aktivitas wisata yang berkelanjutan, keterlibatan pelaku usaha lokal, promosi yang konsisten, serta kemudahan akses bagi pengunjung menjadi faktor penting agar kawasan tersebut benar-benar berkembang.

Harapan Pemprov Lampung dan ASDP adalah menjadikan BHC sebagai kawasan yang tidak hanya dikenal sebagai pintu masuk menuju Sumatera, tetapi juga sebagai destinasi yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah.

Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, Bakauheni Harbour City berpotensi menjadi salah satu penggerak baru pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi lebih luas bagi masyarakat Lampung.***

banner 336x280