PORTAL ASPIRASI- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Laskar Lampung Indonesia (DPP LLI), Ir. Nerozely Agung Putra, yang bergelar adat Suttanku Raja Ngarang Dunia, menerima penghargaan dari Puri Agung Klungkung, Bali, dalam rangkaian kegiatan Dirgayusa Abhiseka ke-XVI Raja Klungkung ke-XII.
Penghargaan tersebut diterima Nerozely pada Minggu, 11 Oktober 2026, dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antartokoh adat serta memperkuat hubungan antara kerajaan dan lembaga adat dari berbagai daerah di Nusantara.
Ketua panitia kegiatan, Prof. Dr. Tjokorda Raka Putra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta partisipasi Nerozely dalam perhelatan tersebut. Kehadiran tokoh adat dari Lampung itu dinilai menjadi bagian dari semangat bersama untuk menjaga warisan budaya dan mempererat persaudaraan antarlembaga adat.
Nerozely Agung Putra menyampaikan terima kasih kepada Puri Agung Klungkung dan seluruh panitia yang telah memberikan penghargaan serta kesempatan untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Ia berharap pertemuan para tokoh adat dari berbagai daerah dapat semakin memperkuat komitmen dalam melestarikan tradisi, menjaga nilai-nilai luhur, dan membangun hubungan yang harmonis di antara masyarakat adat di Indonesia.
Menurut Nerozely, budaya merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus dijaga bersama. Keberagaman tradisi di setiap daerah, kata dia, bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan yang dapat memperkuat persatuan nasional.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga warisan leluhur agar tidak hilang atau tergerus oleh pengaruh budaya luar yang tidak selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Perhelatan Dirgayusa Abhiseka ke-XVI Raja Klungkung ke-XII dihadiri sejumlah tokoh adat dan perwakilan lembaga adat dari berbagai wilayah Indonesia. Suasana kekeluargaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus bertukar pandangan mengenai pelestarian budaya Nusantara.
Melalui momentum ini, diharapkan hubungan antarkerajaan dan lembaga adat semakin kuat, sehingga upaya menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.***
