Kapolres Hadiri Aksi 1.000 Lilin untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK yang Hilang

PORTAL ASPIRASI- Ratusan jurnalis di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, menyalakan 1.000 lilin disertai doa dan renungan sebagai bentuk solidaritas bagi lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang hilang di perairan Selat Sunda.

Aksi tersebut digelar di Tugu Pancasila, Kecamatan Kalianda, pada Senin (21/9/2026) malam.

Para jurnalis berkumpul untuk mengenang sekaligus mendoakan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kegiatan menyalakan 1.000 lilin yang disertai doa dan renungan tersebut dihadiri Kapolres Lampung Selatan AKBP Dedi Kurniawan, Ketua PWI Lampung Selatan Edwin Apriandi, Penasehat PWI Lampung Selatan Rudi Apriadi, serta para jurnalis Lampung Selatan.

Ketua PWI Lampung Selatan Edwin Apriandi mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk duka cita sekaligus pengingat mengenai pentingnya keselamatan kerja bagi jurnalis yang menjalankan tugas di lapangan.

“Saya berharap dengan kegiatan 1.000 lilin ini, apapun kemungkinan yang akan terjadi, yang kita tidak pernah tahu di hari esok itu seperti apa, harapan itu jangan pernah dipadamkan,” kata dia.

Ia berharap penyalaan 1.000 lilin menjadi simbol solidaritas insan pers Lampung Selatan sekaligus doa bagi lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang.

“Aksi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan kerja bagi para pemburu berita yang kerap bertaruh nyawa di garis depan demi sebuah informasi,” ujar Edwin.

Sementara itu, Kapolres Lampung Selatan AKBP Dedi Kurniawan menyampaikan dan memanjatkan doa bagi lima jurnalis dan tiga ABK Arupadhatu 1 yang hingga kini belum ditemukan.

“Bahwa tugas jurnalistik memiliki risiko yang tidak ringan, tantangan tersebut bahkan dapat dihadapi para jurnalis ketika menjalankan tugas peliputan sekalipun di tengah lautan,” ujar Dedi.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan puisi kontemporer oleh jurnalis senior Rudi Suhaimi. Pembacaan puisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian renungan untuk mengenang sekaligus menyampaikan harapan bagi para jurnalis dan awak kapal yang belum ditemukan.

Lima jurnalis yang hilang yakni M. Bagus Khoirunas (ANTARA Biro Banten), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNEWS), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donald (jurnalis freelance).

Mereka berada di kapal bersama tiga kru, yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Tim SAR gabungan sebelumnya telah melakukan pencarian selama 10 hari. Namun, pencarian menghadapi kendala arus laut kuat, gelombang tinggi, dan kondisi medan perairan.

Basarnas menghentikan operasi pencarian resmi pada Kamis (17/9) malam setelah upaya pencarian dilakukan secara maksimal tanpa membuahkan hasil.***