Andi Arief Tegaskan Bupati Lampung Barat dan Tanggamus Wajib Waspada Bibit Siklon Tropis

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI— Tokoh asal Lampung, Andi Arief, menegaskan pentingnya kewaspadaan para kepala daerah, khususnya Bupati Lampung Barat dan Tanggamus, terhadap potensi pembentukan bibit siklon tropis di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Lampung. Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa pekan mendatang.

“Lambar dan Tanggamus merupakan kawasan hutan yang rawan bencana. Mitigasi harus benar-benar disiapkan. Bupati harus mengikuti himbauan BMKG, karena siklon bisa menimbulkan dampak seperti yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ungkap Andi Arief, Rabu (3/12/2025). Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar potensi kerugian akibat bencana bisa diminimalisir.

banner 336x280

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri telah mengeluarkan peringatan dini terkait Siklon Tropis Senyar. BMKG mencatat, peringatan tersebut sebenarnya sudah disampaikan delapan hari sebelum banjir dan tanah longsor melanda sebagian wilayah Sumatera. BMKG juga menekankan perlunya kewaspadaan sejak dini untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

BMKG memproyeksikan beberapa fenomena cuaca yang akan memengaruhi Indonesia pada periode minggu kedua Desember hingga awal Januari:

Aktivitas Monsoon Asia yang mulai meningkat, memicu curah hujan lebih tinggi di wilayah Indonesia.
Munculnya anomali atmosfer seperti Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, dan Rossby Equator yang meningkatkan peluang hujan ekstrem.
Seruak dingin dari Siberia yang memperkuat intensitas curah hujan.
Potensi terbentuknya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia, termasuk Lampung.

Daerah-daerah yang perlu mewaspadai pembentukan bibit siklon tropis mencakup Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa–Bali, NTB, NTT, serta sebagian wilayah Maluku dan Papua. BMKG mengimbau pemerintah daerah untuk menyiapkan mitigasi, mulai dari penguatan sistem peringatan dini, pemantauan sungai dan bendungan, hingga evakuasi warga terdampak.

Andi Arief menekankan, kewaspadaan ini bukan sekadar formalitas. “Kalau kita tidak segera bertindak, bencana seperti banjir besar, longsor, dan kerusakan infrastruktur akan sulit dicegah. Persiapan matang sejak dini bisa menyelamatkan banyak nyawa,” katanya.

Selain itu, ia juga menyerukan agar masyarakat ikut terlibat aktif dalam mitigasi bencana. Warga diminta untuk tidak menyepelekan himbauan BMKG, mengantisipasi aliran sungai, membersihkan saluran air, serta menghindari aktivitas di area rawan longsor dan banjir saat curah hujan tinggi terjadi.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kolaborasi antara pemerintah daerah, BMKG, dan masyarakat, diharapkan risiko akibat bibit siklon tropis bisa diminimalkan. Lampung Barat dan Tanggamus, sebagai kawasan hutan dan wilayah rawan bencana, menjadi prioritas utama dalam penanganan dini dan mitigasi.

BMKG mengingatkan, perubahan iklim dan fenomena cuaca ekstrem semakin menjadi faktor risiko bagi wilayah tropis seperti Indonesia. Pemantauan berkelanjutan dan kesiapan mitigasi harus dilakukan secara proaktif, agar bencana tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.***

banner 336x280