PORTAL ASPIRASI— ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Bakauheni resmi menutup posko angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Minggu (4/1/2026). Penutupan ini menandai berakhirnya periode liburan panjang, di mana arus penyeberangan Bakauheni-Merak dan sebaliknya tercatat berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Konferensi pers penutupan posko digelar di Kantor Eksekutif Pelabuhan ASDP Bakauheni dan dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Direktur Keuangan ASDP Indonesia Ferry Bunga Herlina Oktavianti, Senior General Manager ASDP Indonesia Ferry Zulfidon, General Manager ASDP Bakauheni Partogi Tamba, beserta jajaran manajemen dan awak media yang tergabung dalam Mitra Jurnalis ASDP.
Arus Penyeberangan Aman dan Terkendali
Dalam kesempatan itu, Direktur Keuangan ASDP Indonesia Ferry Bunga Herlina Oktavianti menegaskan, pelaksanaan angkutan Nataru berlangsung lancar tanpa gangguan signifikan, baik dari sisi keselamatan pelayaran, pengaturan arus kendaraan, maupun kualitas pelayanan bagi pengguna jasa.
“Pelaksanaan angkutan Nataru 2025/2026 di lintasan Bakauheni-Lampung menuju Merak-Banten berjalan aman dan lancar. Semua ini berkat sinergi seluruh stakeholder dan kesiapsiagaan petugas di lapangan,” ujar Bunga Herlina Oktavianti.
Hal senada diungkapkan Senior General Manager ASDP Indonesia Ferry Zulfidon. Ia menambahkan bahwa seluruh personil ASDP disiagakan 24 jam untuk memastikan kelancaran layanan.
“Pengaturan antrean kendaraan, optimalisasi dermaga dan kapal, serta penguatan personil lapangan dilakukan secara intensif demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan,” kata Zulfidon.
Sementara itu, GM ASDP Bakauheni Partogi Tamba menegaskan bahwa kesiapan layanan ASDP bukan hanya fokus pada momen Nataru atau Lebaran. “Bagi kami, setiap hari adalah pelayanan puncak. Artinya, ASDP selalu siap dan siap melayani,” tambahnya.
Statistik Penumpang dan Kendaraan
Berdasarkan data posko penyeberangan 24 jam ASDP Bakauheni per 3 Januari 2026, sebanyak 100 trip kapal dioperasikan. Jumlah penumpang tercatat meningkat 11,5 persen menjadi 40.131 orang. Sementara itu, kendaraan roda empat naik 8,2 persen menjadi 4.312 unit. Kendaraan truk mengalami penurunan sedikit 2,1 persen menjadi 2.805 unit, dan kendaraan bus meningkat 5,8 persen menjadi 308 unit. Secara total, jumlah kendaraan yang menyeberang dari Bakauheni ke Merak meningkat 10,5 persen menjadi 9.685 unit.
Secara kumulatif sejak H-10 (15 Desember 2025) hingga H+9 (3 Januari 2026), ASDP mencatat total penumpang mencapai 647.898 orang, sementara total kendaraan yang menyeberang mencapai 157.257 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode liburan sebelumnya, sekaligus menegaskan efektivitas pengaturan operasional dan layanan ASDP di jalur penyeberangan tersibuk di Pulau Sumatera ini.
Dampak dan Implikasi
Keberhasilan pengelolaan arus Nataru 2025/2026 ini menjadi acuan penting bagi pelayanan penyeberangan di momen liburan mendatang. Selain memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang, ASDP juga menunjukkan bahwa koordinasi antarpetugas lapangan, manajemen dermaga, dan kapal dapat dioptimalkan dengan baik untuk menghadapi lonjakan arus kendaraan.
Ke depan, ASDP menegaskan komitmennya untuk menjaga layanan prima sepanjang tahun, termasuk penguatan pengaturan arus kendaraan, kesiapsiagaan petugas, dan pemantauan kualitas layanan, sehingga masyarakat selalu merasakan kenyamanan dan keamanan saat menyeberang.***













