PORTAL ASPIRASI- Menjelang puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan kesiapan penuh menghadapi lonjakan penumpang dan kendaraan di lintasan tersibuk nasional, Merak–Bakauheni. Tahun ini, ASDP memperkenalkan gebrakan besar dengan mengoperasikan layanan Kapal Express melalui dua dermaga sekaligus—sebuah langkah strategis yang diyakini mampu mempercepat ritme penyeberangan dan meminimalkan kemacetan di area pelabuhan.
Layanan Express II resmi *go live* pada Senin, 1 Desember 2025, menandai dimulainya era baru transformasi operasional yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi. Penguatan layanan ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin kelancaran arus penyeberangan menjelang libur panjang akhir tahun, di mana peningkatan volume perjalanan dapat mencapai lebih dari 40 persen.
Inspeksi Ketat dan Koordinasi Besar-Besaran
Persiapan pengoperasian Express II dilakukan secara masif, melalui inspeksi lapangan di Dermaga 1 dan koordinasi lintas instansi. Hadir dalam proses ini perwakilan BPTD, KSOP, INFA, GAPASDAP, operator kapal, hingga jajaran manajemen ASDP Regional 2 serta Cabang Merak–Bakauheni.
Kolaborasi ini memastikan seluruh perangkat lapangan, alur kendaraan, kesiapan dermaga, hingga kesiapan armada telah memenuhi standar keamanan serta kelayakan operasional. Hasilnya, layanan Express I dan Express II siap beroperasi berdampingan untuk mempercepat mobilitas masyarakat.
Ritme Layanan Lebih Cepat dan Stabil
Direktur Operasional dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, menegaskan bahwa layanan Express II bukan sekadar penambahan dermaga semata, tetapi bagian dari penyempurnaan sistem layanan secara menyeluruh.
“Pengoperasian layanan Express melalui dua dermaga adalah upaya strategis untuk memastikan perjalanan masyarakat lebih cepat, stabil, dan nyaman. Ini adalah bentuk komitmen ASDP untuk memberikan pengalaman penyeberangan yang semakin baik, terutama pada periode padat seperti Nataru,” jelas Rio.
Ia menambahkan bahwa integrasi sistem check-in digital dan penataan ulang jalur kendaraan menjadi kunci dalam memotong waktu antrean kendaraan. Dengan beroperasinya dua layanan Express, frekuensi kapal meningkat, kapasitas muat bertambah, dan pilihan jadwal penyeberangan menjadi jauh lebih fleksibel bagi pengguna jasa.
Dua Dermaga, Satu Tujuan: Kelancaran Maksimal
Sistem operasional baru yang diterapkan ASDP kini membagi alur kendaraan sejak titik check-in. Pengguna jasa yang telah memilih “Layanan Express” melalui aplikasi Ferizy akan langsung diarahkan ke dermaga Express I atau Express II sesuai alokasi tiket.
Layanan perdana Express II dimulai pada Senin pukul 12.00 WIB, dan sejak jam pertama beroperasi, alur kendaraan yang sebelumnya menumpuk tampak lebih terurai.
General Manager ASDP Cabang Merak, Umar Imran, menjelaskan bahwa pemisahan jalur kendaraan adalah langkah penting untuk menghindari persilangan arus yang selama ini menjadi penyebab perlambatan proses bongkar muat.
“Kami memastikan semua rekayasa lapangan dirancang untuk menjaga kecepatan layanan sekaligus keselamatan. Sinkronisasi operasional antara Merak dan Bakauheni menjadi fokus utama agar pergerakan kapal lebih ritmis,” ujar Umar.
Tidak hanya kendaraan, penumpang pejalan kaki pun diarahkan pada jalur Express I atau Express II usai melakukan check-in melalui mesin otomatis. Penataan ini mempercepat arus penumpang dan mengurangi potensi penumpukan di ruang tunggu.
Didukung Kerja Sama Operator Kapal dan Pelaku Logistik
Pengoperasian Express II dipertegas melalui penandatanganan kerja sama dengan operator kapal dalam kegiatan Customer Gathering pada 20 November. Hal ini menandakan bahwa transformasi layanan ASDP tidak berdiri sendiri, namun menjadi upaya bersama antara operator kapal, asosiasi logistik, dan regulator transportasi nasional.
Kesiapan Nataru: Dari Hulu hingga Hilir
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan bahwa rangkaian perbaikan layanan dilakukan menyeluruh, mulai dari rekayasa lapangan di area pelabuhan hingga sistem tiket dan check-in online.
“Semua perbaikan dilakukan secara *end-to-end* untuk memastikan perjalanan masyarakat aman, cepat, dan lancar. Terutama di puncak arus Nataru, di mana peningkatan volume penumpang sangat signifikan,” pungkas Windy.
Windy juga mengimbau masyarakat merencanakan keberangkatan lebih awal dengan membeli tiket melalui Ferizy minimal H-60 hingga H-1. Selain menghindari antrean, pengguna jasa bisa memilih jadwal keberangkatan yang lebih ideal.
Dengan layanan Express yang kini beroperasi di dua dermaga sekaligus, ASDP optimistis kelancaran arus penumpang dan kendaraan di lintasan Merak–Bakauheni dapat terjaga. Penataan alur yang lebih efektif, proses check-in yang semakin singkat, serta manajemen layanan yang makin terstruktur menjadi pondasi kuat menuju pengalaman penyeberangan yang modern dan nyaman.***













