PORTAL ASPIRASI– Perum Bulog Kantor Cabang Lampung Selatan memastikan ketersediaan stok pangan strategis di wilayah Lampung Selatan berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kepastian tersebut disampaikan Bulog sebagai bagian dari langkah antisipatif menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan hingga memasuki Ramadan dan Idulfitri 2026.
Kepala Bulog Lampung Selatan, Fedrial Farhan, menjelaskan bahwa stok beras yang dikuasai saat ini mencapai sekitar 29.628 ton. Jumlah tersebut dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat serta menjadi instrumen stabilisasi apabila terjadi gejolak harga di pasar. Bulog siap menggelontorkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog Lampung Selatan juga telah menyelesaikan penyaluran Bantuan Pangan sesuai instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk alokasi Oktober dan November 2025. Bantuan tersebut disalurkan kepada sekitar 104.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wilayah Lampung Selatan sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang akhir tahun.
“Setiap KPM menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per tahap. Karena disalurkan untuk dua alokasi, total bantuan yang diterima masing-masing keluarga mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujar Fedrial Farhan.
Untuk komoditas pangan lainnya, Bulog Lampung Selatan juga menyiapkan stok minyak goreng sebanyak 4.800 liter dan gula pasir sekitar 3 kuintal. Selain itu, Bulog memastikan akan ada tambahan pasokan gula sekitar 1,5 ton dalam waktu dekat guna mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat selama masa libur sekolah dan perayaan akhir tahun.
Fedrial menambahkan, Bulog juga telah mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan pangan akibat arus kedatangan masyarakat dari luar daerah ke Lampung Selatan selama libur Nataru. Dengan perencanaan stok yang matang dan distribusi yang terjaga, Bulog optimistis kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi tanpa kendala berarti.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Bulog bersama pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan harga pangan, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Bulog berupaya memastikan harga gabah dan beras di tingkat petani tetap sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sekaligus menjaga agar harga di tingkat konsumen tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Dengan langkah-langkah tersebut, Bulog Lampung Selatan berharap stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga, sehingga mendukung ketenangan masyarakat dalam merayakan Nataru serta menjaga keberlanjutan perekonomian daerah.***
