PORTAL ASPIRASI- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pringsewu terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui transformasi digital. Langkah ini diwujudkan lewat kegiatan diskusi dan perancangan sistem aplikasi digital yang digelar di Graha Pamungkas, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi PMI dalam menghadirkan layanan yang lebih cepat, tepat, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dalam proses pengembangannya, PMI Pringsewu menggandeng kalangan akademisi dari Universitas Aisyah Pringsewu sebagai mitra kolaborasi.
Ketua PMI Kabupaten Pringsewu, Rahayu Riyanto Pamungkas, menegaskan pentingnya inovasi berbasis teknologi dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan yang semakin kompleks. Menurutnya, digitalisasi menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan PMI semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menghadirkan aplikasi yang memudahkan akses informasi serta meningkatkan kecepatan dan ketepatan layanan PMI,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi dan Informatika Universitas Aisyah Pringsewu, Dr. Ir. Zulkifli, menyampaikan bahwa sinergi antara dunia akademik dan organisasi kemanusiaan merupakan langkah konkret dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang tepat guna.
“Kami ingin pengembangan aplikasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan PMI di lapangan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pelayanan kemanusiaan,” ungkapnya.
Program ini juga merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan tim dosen lintas disiplin, mulai dari bidang teknologi informasi hingga kesehatan. Keterlibatan berbagai keahlian tersebut diharapkan mampu menghasilkan sistem yang komprehensif dan berkelanjutan.
Pengembangan aplikasi digital ini nantinya dirancang untuk mendukung berbagai layanan PMI, seperti akses informasi donor darah, penanganan bencana, hingga layanan sosial lainnya secara lebih terintegrasi.
Dengan adanya transformasi digital ini, PMI Pringsewu menargetkan peningkatan efisiensi layanan sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di wilayah yang selama ini sulit dijangkau secara konvensional.
Kolaborasi antara PMI dan akademisi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem layanan kemanusiaan yang adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi di Kabupaten Pringsewu.***
