PORTAL ASPIRASI- Kodam XXI/Radin Inten mempercepat pembangunan 28 jembatan perintis yang tersebar di wilayah Provinsi Lampung dan Bengkulu. Program infrastruktur ini ditargetkan rampung dalam waktu 35 hari sebagai upaya membuka akses daerah yang selama ini terisolasi.
Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen Kristomei Sianturi, menyampaikan bahwa pembangunan ini telah mulai berjalan sejak April 2026. Fokus utama program adalah mempercepat konektivitas antarwilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi, terutama di daerah pedesaan dan perairan.
Salah satu titik pembangunan strategis berada di Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur. Wilayah tersebut sebelumnya sulit dijangkau, khususnya saat musim hujan, sehingga warga harus menggunakan jalur darurat berupa perahu untuk beraktivitas.
Selain pembangunan baru, Kodam XXI/Radin Inten juga telah meresmikan dua jembatan perintis di Desa Kumbayan, Kabupaten Tanggamus, serta di Sukarjo 4, Kabupaten Pringsewu. Kehadiran jembatan tersebut mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas harian.
Menurut Mayjen Kristomei, program ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap percepatan pembangunan daerah bersama pemerintah. Keterbatasan infrastruktur selama ini menjadi hambatan utama distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga layanan dasar masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini bukan hanya soal fisik, tetapi membuka konektivitas wilayah yang sebelumnya terputus. Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, percepatan dilakukan dengan melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat agar proses pembangunan berjalan efektif dan sesuai target.
“Kami targetkan selesai dalam 35 hari kerja. Ini dikebut karena kebutuhan masyarakat sangat mendesak, terutama untuk akses ekonomi dan pendidikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebut banyak wilayah di Lampung dan Bengkulu yang memiliki potensi ekonomi besar, namun belum berkembang optimal akibat keterbatasan akses transportasi.
“Dengan adanya jembatan ini, distribusi hasil bumi bisa lebih cepat, biaya logistik turun, dan ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Kodam XXI/Radin Inten menegaskan bahwa program ini juga menjadi wujud kehadiran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga pembangunan infrastruktur dasar.
Saat ini, progres pembangunan di berbagai titik terus berjalan dengan pengaturan material dan tenaga kerja secara simultan untuk memastikan target penyelesaian tercapai tepat waktu.
Ke depan, 28 jembatan perintis ini diharapkan menjadi penghubung vital antarwilayah, memperkuat konektivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan terpencil Lampung dan Bengkulu.***
