FKKS Satukan 16 SMK Swasta Kota Metro, Perkuat Guru hingga Jejaring Industri

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI- Enam belas sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kota Metro memilih menyatukan langkah melalui Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS).

Kebersamaan ini lahir dari kesadaran bahwa berbagai persoalan pendidikan vokasi memiliki tantangan yang hampir serupa dan akan lebih kuat jika dihadapi secara kolektif.

banner 336x280

Miss Antika Eviana Sari, M.Pd., Kepala SMK Aku Cinta Indonesia mengungkap, ia melihat pembentukan FKKS sebagai langkah strategis memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antar-SMK swasta di Kota Metro.

Menurut Antika, masing-masing sekolah selama ini telah berupaya mengembangkan institusinya dengan karakter dan keunggulan masing-masing.

Namun, terdapat sejumlah persoalan yang tidak cukup diselesaikan secara individual, mulai dari penerimaan peserta didik, peningkatan mutu, pengembangan kompetensi guru, penguatan hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri, hingga membangun kepercayaan masyarakat.

“FKKS bukan dibentuk untuk menyamakan semua sekolah, tetapi untuk menyatukan langkah pada hal-hal yang memang menjadi kepentingan bersama,” ujar Antika.

Membangun Kepercayaan Masyarakat
Antika mengatakan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi SMK swasta saat ini adalah membangun kepercayaan masyarakat.

Orang tua dan calon peserta didik semakin kritis dalam menentukan pilihan pendidikan.
Mereka tidak hanya mempertimbangkan nama sekolah, tetapi juga kualitas guru, fasilitas, program keahlian, prestasi, peluang kerja setelah lulus, hingga kualitas pelayanan kepada peserta didik.

Dalam konteks penerimaan peserta didik, kata dia, sekolah juga menghadapi tantangan untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai pendidikan vokasi.

Masih terdapat anggapan di sebagian masyarakat bahwa SMK merupakan pilihan bagi siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Padahal, pendidikan SMK memiliki orientasi kuat pada penguasaan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja, tanpa menutup kesempatan lulusan untuk melanjutkan pendidikan.

“Jadi tantangannya bukan hanya soal jumlah siswa. Tantangan terbesar kami adalah bagaimana membuat masyarakat yakin bahwa ketika mereka memilih SMK swasta, anak mereka mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan memiliki prospek masa depan yang jelas,” kata Antika.

Bersaing dalam Prestasi, Bersatu dalam Pendidikan
FKKS, menurut Antika, tidak dimaksudkan untuk menghilangkan persaingan antar-SMK swasta. Persaingan tetap diperlukan agar setiap sekolah terdorong meningkatkan kualitas.

Namun, persaingan tersebut harus berlangsung secara sehat.
“Boleh bersaing dalam prestasi dan kualitas, tetapi harus bersatu dalam kepentingan pendidikan,” ujarnya.

Dengan semangat tersebut, sekolah yang memiliki praktik pembelajaran baik dapat menjadi sumber pembelajaran bagi sekolah lain.

Begitu pula sekolah yang mempunyai jaringan industri kuat dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Kerja sama juga dapat dilakukan dalam pelatihan guru, pengembangan kompetensi siswa, penyelenggaraan kegiatan bersama, hingga penyelesaian berbagai persoalan yang lebih efektif apabila dibahas secara kolektif.

Menurut Antika, kebersamaan tersebut tidak berarti menjadikan 16 SMK memiliki pola yang sama. Setiap sekolah tetap memiliki karakter, identitas, dan keunggulannya masing-masing.

“Kami percaya bahwa sekolah yang kuat tidak harus membuat sekolah lain menjadi lemah. Kalau seluruh SMK swasta di Kota Metro semakin baik, maka yang mendapatkan manfaat bukan hanya sekolah, tetapi juga peserta didik, orang tua, dunia usaha, dan pada akhirnya Kota Metro sendiri,” katanya.

Menguatkan Sinergi dengan Pemerintah
Audiensi dengan Wali Kota Metro menjadi salah satu langkah awal dalam membangun komunikasi yang lebih erat antara FKKS dan pemerintah daerah.

Antika mengatakan, SMK swasta ingin menempatkan diri sebagai bagian dari kekuatan pendidikan Kota Metro sekaligus mitra pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia.

Menurut dia, dukungan pemerintah daerah yang dibutuhkan tidak semata-mata berupa bantuan, tetapi juga sinergi dan fasilitasi.

Salah satu yang diharapkan adalah terbukanya ruang komunikasi antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri di Kota Metro dan sekitarnya.

Selain itu, potensi SMK diharapkan dapat dilibatkan dalam program pembangunan daerah, pengembangan kewirausahaan, ekonomi kreatif, serta peningkatan kompetensi generasi muda.

“Kami tidak ingin sekadar menjadi penerima kebijakan. Kami ingin menjadi mitra yang ikut memberikan kontribusi,” tegas Antika. Tidak Berhenti pada Forum Antika menekankan bahwa FKKS tidak boleh berhenti sebagai wadah rapat dan diskusi.

Setelah kebersamaan terbentuk, forum harus menghasilkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sekolah dan peserta didik.
Langkah awal yang akan dilakukan adalah memetakan persoalan dan potensi 16 SMK swasta di Kota Metro.

Pemetaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kekuatan masing-masing sekolah, berbagai persoalan yang masih dihadapi, serta bidang yang dapat dikerjakan secara bersama.

Sejumlah agenda yang didorong antara lain berbagi praktik baik antarsekolah dalam pembelajaran dan manajemen, pengembangan kompetensi guru, peningkatan pelayanan peserta didik, serta penguatan jejaring dengan dunia industri.

FKKS juga dapat mendorong kegiatan bersama bagi siswa berupa pelatihan kompetensi, seminar, lomba, pameran karya, kewirausahaan, hingga berbagai kegiatan pengembangan kapasitas.

Tidak kalah penting, forum akan memperkuat komunikasi dan pengelolaan data bersama agar berbagai persoalan tidak lagi dihadapi secara terpisah.
“Target kami bukan sekadar mengatakan bahwa 16 SMK sudah bersatu. Itu baru langkah awal,” ujar Antika.

Ia menilai ukuran keberhasilan FKKS nantinya harus terlihat dari dampak konkret yang dihasilkan.
Sekolah diharapkan semakin mudah menyelesaikan persoalan, guru memperoleh lebih banyak kesempatan berkembang, siswa mendapatkan peluang yang lebih luas, hubungan dengan industri semakin kuat, dan kepercayaan masyarakat terhadap SMK swasta meningkat.

“Pada akhirnya, kami tidak sedang memperjuangkan siapa sekolah yang paling besar atau paling banyak siswanya. Kami sedang berusaha memastikan bahwa setiap anak yang memilih SMK di Kota Metro mendapatkan pendidikan yang layak, kompetensi yang kuat, dan masa depan yang lebih baik.”

Karena itu, bagi Antika, keputusan 16 SMK swasta untuk membangun FKKS merupakan pilihan untuk menghadapi masa depan pendidikan vokasi secara bersama-sama.
“Bersama-sama bergerak, bukan berjalan sendiri-sendiri.”***

banner 336x280