Golkar Pringsewu Gelar Syukuran Meriah Usai Soeharto Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI– Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Pringsewu pada Rabu, 12 November 2025. Para kader dan pengurus partai berlambang pohon beringin itu menggelar tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Presiden ke-2 Republik Indonesia, H. M. Soeharto.

Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu diawali dengan doa bersama dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DPD Partai Golkar Pringsewu, Suherman. Potongan tumpeng pertama diberikan kepada Sagang Nainggolan, salah satu tokoh senior partai yang dianggap berjasa dalam membangun eksistensi Golkar di Pringsewu.

banner 336x280

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD, anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pringsewu seperti Anton Subagyo dan Suyadi, serta para ketua pimpinan anak cabang (PAC) se-Kabupaten Pringsewu. Para kader tampak antusias dan kompak mengenakan atribut partai berwarna kuning cerah, simbol semangat dan loyalitas terhadap perjuangan politik Golkar sejak era Orde Baru hingga kini.

Ketua DPD Partai Golkar Pringsewu, Suherman, dalam sambutannya menegaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada H. M. Soeharto adalah bentuk pengakuan negara atas jasa besar beliau terhadap bangsa Indonesia. “Kita wajib bersyukur dan berbangga. Pak Harto bukan hanya seorang pemimpin, tapi juga sosok Bapak Pembangunan yang telah meletakkan pondasi kuat bagi kemajuan Indonesia,” ujarnya penuh semangat.

Suherman menjelaskan bahwa banyak warisan pembangunan Soeharto yang masih dirasakan hingga kini. Salah satunya adalah program Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang menjadi dasar perencanaan ekonomi nasional secara sistematis dan berkelanjutan. Melalui program tersebut, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan pada tahun 1984 — sebuah pencapaian monumental yang membuat Indonesia diakui dunia sebagai negara agraris yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Selain itu, era kepemimpinan Soeharto juga dikenal dengan pemerataan pembangunan infrastruktur yang masif. Jalan raya, jembatan, waduk, sekolah, hingga fasilitas kesehatan dibangun di berbagai daerah, termasuk wilayah-wilayah terpencil. “Berkat kepemimpinan beliau, pembangunan tidak hanya berpusat di kota besar. Desa-desa ikut maju, masyarakat merasakan hasil pembangunan secara nyata,” lanjut Suherman.

Ia menambahkan, semangat kerja keras, kedisiplinan, dan keberpihakan pada pembangunan rakyat yang diwariskan oleh Soeharto patut menjadi inspirasi bagi generasi muda Golkar hari ini. “Kita berharap semangat Pak Harto terus hidup dalam jiwa kader Golkar di seluruh Indonesia, terutama dalam membangun daerah dan mengabdi untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Momen syukuran ini tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah, tetapi juga pengingat bagi kader partai untuk melanjutkan visi pembangunan yang berpihak pada rakyat. Bagi kader Golkar, gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto bukan hanya penghormatan simbolis, melainkan pengakuan atas kontribusi besar terhadap kemajuan ekonomi, stabilitas politik, dan identitas bangsa Indonesia.

Acara diakhiri dengan doa bersama untuk almarhum H. M. Soeharto dan seluruh pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Para kader pun berharap, semangat kepemimpinan dan nasionalisme Soeharto dapat terus diwariskan kepada generasi penerus, terutama mereka yang kini duduk di kursi pemerintahan.***

banner 336x280