PORTAL ASPIRASI- “Kita bangun lagi Saburai yang telah dirobohkan,” seloroh Budayawan Arie Sai Bumi kepada Arief Mulyadin, Rudi Santoso, Muhammad Alfariezie, dan Iwang Bagastama ketika Kelompok Cagar Budaya mereka resmi mendapatkan nama Saburai Culture Community di kantor perusahaan pers Djadin Media Grup pada Rabu, 9 September 2026.
Saburai yang Arie maksud ialah Gelanggang Olahraga (GOR) yang saat masih ada terletak di Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung.
Pada tahun 2023–2024, bangunan itu roboh atau pembangun merobohkan atas izin resmi Pemprov Lampung di bawah kendali Gubernur Arinal Djunaidi.
Pemprov Lampung mengizinkan perobohan GOR Saburai oleh Yayasan Bakrie Amanah Masjid Raya Al Bakrie yang pada tahun 2026 ini megah di pusat ekonomi Ibu Kota Tapis Berseri.
Namun sayang, GOR pengganti Saburai tak kunjung ada meski Pemprov Lampung di bawah Gubernur Rahmat Mirzani Djausal telah menggelontorkan anggaran Rp6 miliar lebih.
Pembangunannya terbengkalai di area PKOR Way Halim. Hanya tampak tiang-tiang yang di sekelilingnya telah subur rumpun rumput liar pada bulan Juli 2026.
Ketua Golkar Pringsewu yang pada periode 2019–2024 menjabat Wakil Ketua DPRD Lampung, Ririn Kuswantari, mengatakan pada sekitar tahun 2023, Yayasan Bakrie Amanah menyiapkan anggaran pengganti atas penggusuran GOR Saburai untuk masjid yang saat ini termegah di Lampung itu.
Namun, pada tahun 2026 ketika publik mempertanyakan pembangunan GOR pengganti karena Bandar Lampung akan menjadi tuan rumah Porprov pada November 2026 serta untuk membina atlet guna PON 2028 dan 2032, Ririn tak menjawab permohonan klarifikasi publik.
Tak hanya Ririn, Sekdaprov Lampung pemerintahan Arinal Djunaidi pun enggan menjawab permohonan informasi publik sejak Minggu, 16 Agustus 2026.
Penting bagi publik mengetahui detail oper alih bangunan itu.
Ririn mengatakan ada anggaran pengganti dari Yayasan Bakrie Amanah, dan ada kabar Masjid Raya Al Bakrie telah menjadi bangunan hibah untuk Pemprov Lampung.
Selain itu, inilampung.com menulis dalam artikelnya, Yayasan Bakrie Amanah menghibahkan Rp128.535.748.500 untuk Pemprov Lampung.
Redaksi Lampung Insider pun datang ke Ketua dan Wakil Ketua DPRD Lampung serta Komisi 1 dan 4, namun tidak ada di ruangan pada sekitar pukul 09.30 WIB.
Di ruang Ketua Ahmad Giri Akbar Fraksi Gerindra bahkan tak satu pun staf hadir menjelang pukul 10.00 WIB pada Rabu, 26 Agustus 2026, saat Satuan Sabhara berkumpul di halaman kantornya untuk mengamankan unjuk rasa.
Redaksi juga berupaya mengulik informasi dari Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, namun tak di tempat karena mendampingi Wagub Jihan meninjau Karhutla di Lamtim, berdasarkan keterangan staf laki-laki di depan ruangannya.
Sementara Kepala BPKAD atau bidang aset tidak ada yang bisa redaksi temui dengan dalih sedang rapat.
“Kita bangun lagi Saburai yang telah dirobohkan,” itulah seloroh Arie Sai Bumi di hampir penghujung hari ketika Saburai Culture Community hadir di detik perdananya.***


















