PORTAL ASPIRASI- Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu (12/7/2026), menjadi momentum penting bagi kader dan pengurus koperasi asal Provinsi Lampung untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan koperasi nasional yang semakin inovatif, modern, dan berbasis teknologi.
Di sepanjang area pintu masuk lokasi acara, peserta disuguhi pameran berbagai koperasi unggulan dari seluruh Indonesia. Beragam inovasi ditampilkan, mulai dari pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal, digitalisasi koperasi desa, teknologi kendaraan listrik, hingga skema pembiayaan koperasi yang mendorong peningkatan daya saing usaha rakyat.
Salah satu stan yang menarik perhatian adalah Koperasi Geopark Danau Toba yang menampilkan pengembangan kawasan geopark melalui pemberdayaan masyarakat dan pariwisata berbasis budaya lokal. Selain itu, Simkopdes Digitalisasi memperlihatkan transformasi koperasi desa melalui pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi layanan serta memperkuat ekonomi kreatif di tingkat desa.
Tidak kalah menarik, Koperasi Garudayaksa Nusantara memamerkan kendaraan bermotor berbasis tenaga listrik sebagai bukti bahwa koperasi Indonesia mampu memasuki sektor industri berteknologi tinggi. Sementara itu, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi memperkenalkan berbagai program pembiayaan yang membuka akses permodalan bagi koperasi di seluruh Indonesia.
Bagi rombongan insan koperasi dari Lampung, pameran tersebut menjadi sumber inspirasi dalam mengembangkan koperasi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Koperasi kini tidak lagi hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi telah berkembang menjadi penggerak UMKM, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga industri berbasis teknologi.
Anggota DPP IKA Alumni IKOPIN, Dedi Miryanto, S.E., mengatakan keikutsertaan kader koperasi Lampung pada Harkopnas ke-79 memberikan pengalaman berharga untuk melihat secara langsung transformasi gerakan koperasi nasional.
“Kami memperoleh banyak referensi mengenai pengelolaan koperasi yang profesional, inovatif, dan memanfaatkan teknologi digital. Pengalaman ini menjadi bekal bagi koperasi di Lampung untuk terus berkembang dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Iman Setiawan, S.E., aktivis gerakan koperasi, mantan Ketua Koperasi Mahasiswa Universitas Bandar Lampung (KOPMA UBL), sekaligus mantan Ketua Badan Komunikasi Pemuda Koperasi (BKPK) Lampung, menilai Harkopnas bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi gerakan koperasi dari seluruh Indonesia untuk saling berbagi inovasi dan pengalaman.
Menurut Iman, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan gerakan koperasi di daerah.
“Pemuda Lampung harus menjadi motor penggerak koperasi generasi Z. Koperasi saat ini telah bertransformasi menjadi organisasi ekonomi modern yang memanfaatkan teknologi digital, inovasi, dan kreativitas. Karena itu, generasi muda harus hadir sebagai pelaku usaha, inovator, sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan melalui koperasi,” katanya.
Ia menilai semangat kolaborasi, literasi digital, dan jiwa kewirausahaan yang dimiliki generasi muda merupakan modal besar untuk memperkuat koperasi di Lampung. Karena itu, ia berharap semakin banyak mahasiswa, komunitas pemuda, dan pelaku UMKM muda bergabung dalam gerakan koperasi sehingga mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Selain itu, Iman juga mendorong agar konsolidasi organisasi Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (DEKOPINWIL) Lampung segera diselesaikan. Menurutnya, hingga kini masih terdapat sekitar 15 kabupaten/kota yang perlu melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) sebagai bagian dari regenerasi kepengurusan DEKOPINDA.
“Pelantikan kepengurusan DEKOPINWIL Lampung juga diharapkan dapat segera dilaksanakan agar pembinaan dan koordinasi gerakan koperasi di daerah semakin optimal. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Mari bersama memajukan koperasi Lampung,” tegasnya.
Senada dengan itu, tokoh muda gerakan koperasi, Iqbal, berharap semangat transformasi koperasi yang ditampilkan pada Harkopnas ke-79 dapat diimplementasikan di Provinsi Lampung.
“Kami optimistis koperasi di Lampung mampu tumbuh menjadi koperasi yang modern, profesional, dan berdaya saing. Kolaborasi antara pemerintah, DEKOPINWIL, pelaku usaha, dan generasi muda menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.
Sebagai representasi Dewan Koperasi Indonesia Wilayah di tingkat provinsi, DEKOPINWIL memiliki peran strategis dalam membina dan mengoordinasikan gerakan koperasi melalui pendidikan dan pelatihan, advokasi kebijakan, fasilitasi kemitraan, perluasan akses permodalan, serta penguatan kelembagaan agar koperasi tumbuh sehat, profesional, dan akuntabel.
Perkembangan koperasi Indonesia saat ini menunjukkan arah yang semakin progresif. Koperasi telah berkembang menjadi penggerak UMKM, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga industri berbasis teknologi dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompetitif.
Semangat tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen utama ekonomi kerakyatan Indonesia.
Melalui inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor, koperasi diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.***
