PORTAL ASPIRASI- Bandar Lampung lagi ramai nih! Nama HF, anggota Komisi 4 DPRD Kota Bandar Lampung dari fraksi Golkar, kembali mencuat ke publik. Kali ini bukan karena prestasi, tapi karena dugaan pernikahan sirih dan isu pengondisian proyek revitalisasi sekolah dasar tahun anggaran 2025. Isu ini langsung bikin masyarakat, netizen, dan awak media penasaran dan menuntut jawaban jelas.
Belum Ada Bukti Resmi
Perlu dicatat, hingga saat ini HF belum dinyatakan bersalah. Ketua Badan Kehormatan Dewan Kota Bandar Lampung, Yuhadi, menjelaskan pada 17 November 2025 bahwa dugaan ini belum bisa diproses karena belum ada laporan resmi disertai bukti yang valid. Jadi semua yang beredar masih sebatas isu yang menggantung dan viral di media sosial maupun media lokal.
Kaitan dengan Kasus SMA Siger
Nama HF sebenarnya bukan asing di ranah publik, terutama setelah kasus SMA Siger beberapa bulan lalu. Posisi dan sikapnya saat itu sempat menjadi sorotan karena dianggap kurang transparan. HF bersama Mayang Suri Djausal, yang juga anggota Komisi 4 DPRD Bandar Lampung, disebut-sebut tidak merespons permintaan klarifikasi melalui publik pada September 2025.
Saat itu HF sempat memberi jawaban, namun jawaban tersebut menimbulkan kesan ambigu: tampak tidak tahu-menahu, melempar tanggung jawab ke ketua komisi, dan menghindari isu sensitif. Ia menyarankan jurnalis untuk konfirmasi langsung ke ketua Komisi 4 DPRD, Asroni Paslah, sehingga publik merasa masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Isu Pernikahan Sirih dan Proyek SD
Dugaan pernikahan sirih yang menyeret nama HF sudah menjadi trending topic di kalangan netizen Bandar Lampung, sementara isu pengondisian proyek revitalisasi SD 2025 menimbulkan pertanyaan serius soal integritas dan transparansi penggunaan anggaran publik. Publik menyoroti apakah ada konflik kepentingan dan apakah prosedur resmi telah dilalui.
Tuntutan Publik untuk Transparansi
Masyarakat kini menuntut HF dan pihak DPRD untuk memberikan klarifikasi resmi. Dugaan ini bukan sekadar soal personal, tapi juga menyentuh kepercayaan publik terhadap jalannya pemerintahan dan tata kelola anggaran daerah. Semakin lama jawaban resmi tidak keluar, semakin kuat spekulasi dan komentar publik yang beredar di media sosial dan forum-forum diskusi.
Harapan ke Depan
Dengan nama HF kembali trending, publik berharap politisi tersebut berani buka suara dan memberi klarifikasi lengkap agar isu ini tidak menjadi rumor yang terus menyebar. Transparansi dan akuntabilitas sangat penting agar kepercayaan masyarakat terhadap DPRD Bandar Lampung tetap terjaga.
Semua mata kini tertuju pada HF dan Komisi 4 DPRD. Publik, media, dan pengamat politik menunggu langkah selanjutnya: apakah isu ini akan ditangani dengan serius atau tetap menggantung tanpa jawaban. Satu hal jelas, kehadiran jawaban resmi dari HF bisa jadi penentu apakah reputasinya tetap aman atau makin memanas di publik.***












