PORTAL ASPIRASI- Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan kembali menjadi sorotan masyarakat di Kabupaten Pringsewu. Dalam kegiatan reses anggota DPRD daerah pemilihan (dapil) III Kecamatan Gadingrejo, warga menyoroti kerusakan jalan dan gorong-gorong yang dinilai semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Reses yang digelar di Dusun Pujosari, Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo, pada Sabtu (25/4/2026) ini dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, aparat keamanan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, kepala pekon, hingga kelompok tani dan ibu-ibu setempat.
Anggota DPRD Pringsewu dari Fraksi Partai Golkar, Anton Subagyo, menerima langsung berbagai keluhan warga dalam suasana dialog yang terbuka.
Dalam forum tersebut, warga mengungkapkan banyaknya fasilitas umum yang mengalami kerusakan berat. Gorong-gorong yang rusak disebut berpotensi membahayakan, sementara jalan kabupaten di sejumlah titik bahkan dilaporkan amblas dan sulit dilalui kendaraan.
Tak hanya itu, jalan lingkungan di tingkat pekon juga membutuhkan perhatian serius. Beberapa ruas jalan disebut sudah lama tidak tersentuh perbaikan, sehingga berdampak pada mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan pertanian.
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah ruas jalan kabupaten dari perbatasan Pesawaran hingga Tugu Gajah Pringsewu yang dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anton Subagyo menyatakan akan membawa seluruh masukan warga ke tingkat fraksi untuk dibahas lebih lanjut agar dapat diakomodasi dalam program pembangunan, khususnya pada tahun anggaran 2027.
Ia mengakui bahwa persoalan infrastruktur masih menjadi keluhan utama masyarakat di berbagai wilayah.
“Mayoritas aspirasi yang kami terima hampir sama, yakni terkait jalan dan jembatan, karena itu yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Anton juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi warga, terutama terkait perbaikan jalan kabupaten yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Semoga ke depan bisa segera ditindaklanjuti agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” tambahnya.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan suara masyarakat dapat terserap dengan baik dan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.***
