Limbah Kertas Disulap Jadi Produk Kreatif, IBN Lampung Dampingi TPS3R Pringsewu

PORTAL ASPIRASI- Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Tahun ini, IBN mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Optimalisasi Pengolahan Limbah Kertas dan Sampah Organik melalui Inovasi Alat Cacah dan Pemasaran Digital Produk Kerajinan Kertas Daur Ulang TPS3R Jejama Secancanan” yang dilaksanakan di TPS3R Jejama Secancanan, Pringsewu Barat, Kabupaten Pringsewu.

Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 tersebut menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penerapan inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah.

Tim PkM diketuai oleh Dr. Fauzi, M.Kom., M.E., Ak., CA dengan anggota Kanti Lestari, M.T.I dan Leni Angraeni, M.Pd. Kegiatan ini menggandeng TPS3R Jejama Secancanan yang dipimpin Lukman Riyadi, S.Pd bersama 10 orang pengelola aktif sebagai mitra pelaksanaan program.

Fokus utama kegiatan adalah melakukan uji coba modifikasi mesin pencacah limbah kertas dan sampah organik guna meningkatkan efektivitas proses pengolahan sampah. Inovasi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pencacahan, meningkatkan kapasitas produksi bahan baku daur ulang, sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi.

Selain menghadirkan inovasi teknologi, tim PkM juga memberikan pelatihan pembuatan kertas daur ulang kepada para pengelola TPS3R. Peserta mendapatkan pendampingan secara langsung mengenai proses pengolahan limbah kertas menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dipasarkan secara luas.

Tidak berhenti pada proses produksi, tim Institut Bakti Nusantara turut memberikan pelatihan strategi pemasaran digital agar produk-produk kerajinan hasil daur ulang mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan kelompok pengelola TPS3R sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha berbasis ekonomi sirkular.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan. Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai garda terdepan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat terus ditekan.

Ketua Tim PkM, Dr. Fauzi, mengatakan program ini merupakan implementasi nyata pengabdian perguruan tinggi yang mengintegrasikan teknologi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Melalui inovasi alat pencacah yang telah dimodifikasi, kami berharap proses pengolahan limbah di TPS3R menjadi lebih efektif dan produktif,” ujar Dr. Fauzi.

Ia menambahkan, pendampingan yang dilakukan tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi serta memperluas peluang pemasaran melalui platform digital.

Sementara itu, Ketua TPS3R Jejama Secancanan, Lukman Riyadi, S.Pd., mengapresiasi dukungan yang diberikan Institut Bakti Nusantara melalui Program PkM Kemendiktisaintek Tahun 2026.

“Program ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi pengelola TPS3R. Kami tidak hanya memperoleh peningkatan teknologi pengolahan sampah, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai pembuatan produk kertas daur ulang dan strategi pemasaran digital yang dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pengolahan sampah,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor II Institut Bakti Nusantara Dr. Miswan Gumanti, MBA., MM., Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komputer (FTIKOM) M. Muslihudin, M.T.I., serta mahasiswa Institut Bakti Nusantara yang tergabung dalam tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat.

Kehadiran jajaran pimpinan kampus menjadi bentuk dukungan terhadap implementasi riset dan pengabdian yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, Program Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas TPS3R Jejama Secancanan sebagai pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan kualitas pengelolaan limbah, program ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong terwujudnya ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal.***