LSM PRO RAKYAT Apresiasi Visi Ekonomi Prabowo, Kepala Daerah Diminta Berani Berinovasi

PORTAL ASPIRASI- Pidato Presiden RI Prabowo Subianto di Sidang DPR RI soal arah ekonomi nasional menuju RAPBN 2027 sukses jadi perhatian publik. Bukan cuma karena bicara angka-angka ekonomi, tapi juga karena Prabowo terang-terangan ngajak Indonesia keluar dari “zona nyaman” pertumbuhan ekonomi 5 persen.

Dalam pidatonya, Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa naik bertahap hingga mencapai level double digits alias dua digit. Target yang dinilai berani dan penuh ambisi untuk membawa Indonesia jadi kekuatan ekonomi dunia.

Pidato tersebut langsung mendapat respons positif dari LSM PRO RAKYAT. Ketua Umum LSM PRO RAKYAT, Aqrobin AM, menyebut pidato Prabowo bukan sekadar formalitas kenegaraan, tapi sinyal kuat bahwa Indonesia harus mulai bergerak lebih agresif.

“Target double digits menunjukkan keberanian politik dan visi besar Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia,” tegas Aqrobin AM, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, target besar itu nggak bakal tercapai kalau pemerintah daerah masih bergerak lambat dan terjebak pola kerja lama.

“Jangan sampai pusat bergerak cepat tapi daerah jalan di tempat. Kepala daerah harus fokus tekan pengangguran, kurangi kemiskinan, dan memperkecil ketimpangan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Umum LSM PRO RAKYAT, Johan Alamsyah. Ia menilai pemerintah daerah sekarang harus mulai meninggalkan pola pembangunan yang terlalu administratif dan seremonial.

“APBD jangan habis buat kegiatan yang nggak berdampak langsung ke masyarakat. Fokusnya harus ke lapangan kerja, UMKM, hilirisasi pertanian, ketahanan pangan, dan pembangunan SDM,” ujar Johan.

Menurut Johan, ada beberapa langkah penting yang harus segera dilakukan pemerintah daerah supaya target ekonomi nasional nggak cuma jadi wacana, di antaranya:

Mempermudah investasi dan perizinan
Memperkuat sektor pertanian dan UMKM
Pelatihan tenaga kerja berbasis industri
Mengurangi belanja daerah yang tidak produktif
Mempercepat pembangunan infrastruktur produktif
Menekan kebocoran anggaran
Mendorong hilirisasi produk daerah

LSM PRO RAKYAT juga menilai persaingan ekonomi global ke depan bakal makin ketat. Karena itu, daerah yang lambat berinovasi bisa tertinggal jauh.

“Pidato Presiden harus jadi alarm buat semua kepala daerah agar berani melakukan terobosan nyata demi kesejahteraan rakyat,” tutup Johan.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga memaparkan berbagai target ekonomi nasional tahun 2027. Mulai dari pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2–5,8 persen, inflasi 1,5–3,5 persen, hingga target pengangguran turun di kisaran 4,4–4,9 persen.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan angka kemiskinan nasional bisa ditekan hingga mendekati 6,5 persen dengan kemiskinan ekstrem mendekati nol persen.***