Mengulas Dampak Globalisasi terhadap Budaya Lokal

banner 468x60

PORTALASPIRASI- Globalisasi telah menjadi fenomena yang tidak terelakkan di era modern. Arus informasi, teknologi, dan gaya hidup dari berbagai belahan dunia dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru, termasuk ke pelosok-pelosok Indonesia. Hal ini membawa dua sisi yang berlawanan: di satu sisi memperkaya keberagaman budaya, namun di sisi lain berpotensi mengikis nilai-nilai lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

Budaya lokal seperti bahasa daerah, kesenian tradisional, upacara adat, hingga kuliner khas semakin menghadapi tantangan besar untuk tetap bertahan. Generasi muda yang lebih akrab dengan budaya populer global sering kali menganggap tradisi sebagai sesuatu yang kuno dan tidak relevan dengan kehidupan modern. Akibatnya, ada kekhawatiran bahwa identitas budaya asli bisa terkikis perlahan.

banner 336x280

Namun, globalisasi tidak sepenuhnya negatif. Justru, ia dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya lokal ke kancah internasional. Dengan memanfaatkan teknologi digital, seni pertunjukan, kuliner, maupun produk budaya lainnya dapat dipromosikan secara global. Banyak komunitas kreatif di Indonesia telah memanfaatkan platform media sosial untuk menghidupkan kembali tradisi, seperti batik, wayang, atau tarian daerah, agar lebih dikenal generasi muda sekaligus diapresiasi dunia.

Upaya pelestarian budaya lokal di tengah derasnya globalisasi perlu melibatkan berbagai pihak: pemerintah, komunitas adat, pelaku seni, hingga masyarakat luas. Pendidikan budaya sejak dini juga penting agar anak-anak tumbuh dengan rasa bangga terhadap identitasnya. Dengan cara ini, globalisasi justru bisa menjadi peluang, bukan ancaman, bagi eksistensi budaya lokal.***

banner 336x280