Ngopi Mas Jadi Ruang Adu Gagasan, Keamanan dan Pariwisata Lampung Selatan Dibahas Bersamaan

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI- Ngobrol soal keamanan ternyata bukan cuma urusan polisi. Pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, tokoh adat hingga warga punya peran yang sama untuk menjaga Lampung Selatan tetap aman dan nyaman.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Ngopi Mas atau Ngobrol Pagi Kamtibmas yang digelar di Rupatama Raden Intan Polres Lampung Selatan, Kamis (3/9/2026).

banner 336x280

Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat, mulai dari pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor atau C3, hingga persoalan narkoba, konflik lahan dan pengembangan sektor pariwisata.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengatakan, menjaga keamanan wilayah tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian.

Menurutnya, kondisi kamtibmas akan lebih mudah dijaga jika seluruh elemen masyarakat ikut terlibat. Pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat dan warga dinilai punya peran penting dalam mencegah munculnya gangguan keamanan.

“Ngopi Mas menjadi ruang untuk menyerap aspirasi dan pemikiran para tokoh masyarakat. Salah satu perhatian utama adalah menekan angka C3 yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Lampung Selatan,” kata Deddy.

Jati Agung Jadi Perhatian

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut adalah Kecamatan Jati Agung.

Camat Jati Agung menjelaskan, tingginya mobilitas masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat wilayah tersebut menghadapi tantangan dalam menjaga keamanan.

Posisi Jati Agung yang berbatasan langsung dengan Kota Bandar Lampung juga membuat aktivitas masyarakat cukup tinggi.

Belum lagi keberadaan Institut Teknologi Sumatera atau ITERA yang membuat kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi hunian mahasiswa.

Dari sekitar 25.000 mahasiswa ITERA, sekitar 70 persen disebut tinggal atau menyewa tempat kos di wilayah sekitar Jati Agung.

Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat di Jati Agung terus bergerak. Karena itu, pengawasan dan sistem keamanan lingkungan dinilai perlu terus diperkuat.

Keamanan dan Pariwisata Harus Jalan Bareng

Pembahasan Ngopi Mas ternyata tidak berhenti pada persoalan kriminalitas.

Pengembangan pariwisata Lampung Selatan juga ikut menjadi perhatian.

Bupati Lampung Selatan H. Radityo Egi Pratama mengatakan, daerah memiliki potensi wisata dan budaya yang besar. Namun, potensi tersebut harus didukung dengan rasa memiliki dari masyarakat.

Menurut Egi, pariwisata tidak akan berkembang maksimal jika persoalan keamanan, kebersihan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan belum berjalan beriringan.

“Kalau kita ingin pariwisata berkembang, masyarakat harus merasa memiliki daerah ini,” kata Egi.

Artinya, membangun destinasi wisata bukan cuma soal mempercantik lokasi. Keamanan pengunjung, kebersihan kawasan dan keterlibatan warga juga menjadi bagian penting agar wisatawan merasa nyaman.

CCTV hingga Razia Narkoba Jadi Sorotan

Masukan menarik juga datang dari Tokoh Adat Sai Batin Desa Tengkujuh, Pesisir.

Ia mengusulkan agar pemasangan CCTV tidak hanya dilakukan di lokasi yang rawan kejahatan di daratan, tetapi juga diarahkan ke kawasan laut dan Dermaga Canti.

Usulan tersebut dinilai penting mengingat kawasan pesisir dan dermaga juga menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sekaligus jalur menuju sejumlah destinasi wisata.

Selain CCTV, ia meminta agar razia terhadap minuman keras dan narkoba ditingkatkan.

Ia juga mendorong pengembangan aktivitas wisata malam di Kalianda agar potensi ekonomi daerah bisa semakin berkembang.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Marga Katibung menyatakan siap ikut membantu menjaga keamanan wilayah.

Menurutnya, tokoh masyarakat seharusnya tidak hanya dilibatkan ketika persoalan sudah terjadi. Mereka juga perlu dilibatkan sejak awal untuk mencegah konflik maupun gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.

Polisi Diminta Perkuat Patroli

Berbagai masukan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bagi jajaran kepolisian.

Kapolres Lampung Selatan meminta jajarannya memperkuat patroli di sejumlah lokasi yang dinilai rawan.

Patroli gabungan juga akan diperkuat sebagai bagian dari upaya mencegah tindak kejahatan.

Selain patroli, sistem keamanan lingkungan atau siskamling juga diminta kembali diaktifkan.

Razia terhadap berbagai potensi gangguan keamanan juga akan ditingkatkan, termasuk dalam upaya mencegah peredaran narkoba dan minuman keras.

Lewat Ngopi Mas, pemerintah daerah dan kepolisian ingin membangun pola komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat.

Sebab, persoalan keamanan di era sekarang tidak cukup hanya mengandalkan patroli dan penegakan hukum. Informasi dari warga, kepedulian lingkungan, serta kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam menciptakan Lampung Selatan yang aman.

Pada akhirnya, menjaga kamtibmas bukan sekadar tugas polisi. Semua pihak punya peran agar lingkungan tetap aman, aktivitas ekonomi berjalan, pariwisata berkembang, dan masyarakat bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.***

banner 336x280