PORTAL ASPIRASI– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu kembali menggelar program Ngobrol Bareng Bupati Serap Aspirasi (Ngopi Serasi) Edisi ke-27 di Pekon Nusa Wungu, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan diawali dengan kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu ke sejumlah pelaku UMKM, peninjauan patok perbatasan kabupaten, serta berdialog dengan warga putus sekolah di Pekon Nusa Wungu. Dalam kesempatan tersebut juga disalurkan bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan BAZNAS kepada sejumlah penerima manfaat.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan, dalam penyelenggaraan pemerintahan pihaknya meyakini bahwa keputusan yang baik tidak hanya lahir dari ruang rapat, tetapi juga dari ruang dialog bersama masyarakat. Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan di lingkungannya.
Karena itu, melalui program Ngopi Serasi, pemerintah ingin memastikan kehadirannya tidak hanya sebagai penyelenggara pemerintahan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang siap mendengar, berdiskusi, dan mencari solusi bersama.
“Forum ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bentuk komitmen untuk membangun pemerintahan terbuka, yang mau mendengar sebelum mengambil keputusan, dan hadir sebelum masyarakat merasa ditinggalkan. Karena sejatinya keberhasilan pembangunan tak hanya ditentukan besarnya anggaran, namun oleh kuatnya komunikasi dan kepercayaan antara pemerintah dengan masyarakat,” kata Riyanto Pamungkas.
Didampingi Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Ny. Rahayu Riyanto, serta jajaran pemerintah kabupaten, kecamatan, dan pekon setempat, Riyanto juga menegaskan bahwa seorang pemimpin bukanlah sosok yang memiliki semua jawaban, melainkan pribadi yang mau mendengar, terus belajar, dan berani mengambil keputusan demi kepentingan masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan forum Ngopi Serasi untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, usulan, maupun keluhan yang dihadapi warga agar dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.
Menurutnya, pembangunan bukan hanya tentang apa yang dilakukan pada hari ini, tetapi merupakan investasi bagi generasi yang akan datang. Oleh sebab itu, setiap kebaikan yang dilakukan saat ini akan menjadi warisan berharga bagi anak cucu di masa depan.
“Mari terus menjaga persatuan, kerukunan, keamanan, dan semangat gotong royong, serta merawat perbedaan sebagai kekuatan. Karena Pringsewu adalah rumah kita bersama,” ujarnya.***














