PORTAL ASPIRASI- Pimpinan Djadin Media Grup menuturkan filosofi belasan paket misterius yang dikirimkan ke kantornya pada Senin, 13 April 2026.
Dari 9 paket ikan Lele hidup dan 6 paket costum anime Jepang itu, menurutnya– tersirat ancaman “Mau Coba Silahkan Kalau Punya Nyali.”
“Filosofinya itu Lele, Lele Hidup. Istilahnya lu ini udah hebat tah, apa lu mau sok hebat? Apa lu mau jadi tokoh, ini gua kasih baju pahlawannya, tapi jangan sampe nanti lu nyesel lu nanti kena patil,” ungkapnya pada Selasa, 14 Februari 2026.
Arief mengaku, selama ini tidak pernah ada paket misterius maupun serangan DDoS meski selalu kritis terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Paket-paket misterius dan serangan cyber muncul untuk grup perusahaan persnya yang berdomisili di Lampung itu pasca-satu atau dua hari memberitakan kerenggangan politik elit nasional.
“Enggak mungkin paket itu dari Lampung. Itu datang pasca-kita kritis terhadap nasional,” katanya.
Ia akan tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah.
Menurutnya, sikap kritis bukan berarti membenci suatu pihak, melainkan sikap demokratis atas kebijakan yang membahayakan kesejahteraan bersama.
“Kita akan tetap kritis, sesuai konstitusi. Sikap kritis adalah upaya saling mengingatkan antar anak bangsa atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang kita pandang tidak berpihak kepada rakyat,” katanya.
Ia pun mengajak elit intelek politik bersikap dewasa dalam demokrasi Indonesia yang telah 80 tahun.
“Kita merdeka sudah 80 tahun, masak enggak dewasa-dewasa.”***













