Pelatihan GNSS di Pringsewu Tingkatkan Akurasi Pengukuran Tanah

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI — Kantor Pertanahan Kabupaten Pringsewu menggelar pelatihan penggunaan Global Navigation Satellite System (GNSS) bagi Surveyor Kadastral dan Asisten Surveyor Kadastral, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan akurasi dan kualitas data pertanahan, sekaligus memperkuat kompetensi SDM di bidang pengukuran modern.

Kepala BPN Pringsewu, Ulin Nuha, menjelaskan bahwa pelatihan ini penting untuk memastikan setiap pengukuran tanah dilakukan dengan presisi tinggi. “Melalui pemanfaatan GNSS, proses pengukuran bidang tanah diharapkan dapat dilakukan lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kompetensi teknis yang memadai sangat penting agar setiap hasil pengukuran bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

banner 336x280

Dalam pelatihan, para peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik lapangan. Praktik ini mencakup pengoperasian alat GNSS, pemetaan koordinat titik, hingga verifikasi data hasil pengukuran di lapangan. Dengan kombinasi pembekalan teori dan praktik, para surveyor diharapkan mampu mengurangi kesalahan pengukuran dan meningkatkan kecepatan penyelesaian tugas.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan GNSS juga menjadi wujud komitmen BPN Pringsewu untuk mendukung pelayanan pertanahan yang profesional dan transparan. Menurut Ulin Nuha, data pertanahan yang presisi menjadi fondasi utama bagi kepastian hukum hak atas tanah dan perlindungan masyarakat dari sengketa. “Data pertanahan yang akurat bukan hanya soal teknis, tapi juga soal integritas dan kepercayaan publik terhadap layanan pertanahan,” jelasnya.

Pelatihan ini juga membahas pemanfaatan data GNSS dalam berbagai aspek pelayanan, termasuk pengelolaan sertifikat tanah, peta bidang tanah, serta dukungan digitalisasi sistem informasi pertanahan. Para peserta dibekali pemahaman bagaimana memadukan data GNSS dengan sistem digital untuk mempercepat proses administrasi dan meminimalkan potensi kesalahan manual.

Ke depan, Kantor Pertanahan Kabupaten Pringsewu berencana rutin menyelenggarakan pelatihan serupa untuk meningkatkan kapasitas SDM secara berkelanjutan. Hal ini diharapkan tidak hanya memperkuat profesionalisme para surveyor, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan pertanahan yang akurat, aman, dan terpercaya. “Kami ingin setiap pengukuran bukan sekadar data, tapi juga dasar kepastian hukum yang bisa diandalkan oleh masyarakat,” tutup Ulin Nuha.

Dengan langkah ini, BPN Pringsewu menunjukkan fokus pada modernisasi pengukuran tanah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, sebagai bagian dari upaya menyokong pembangunan pertanahan yang berintegritas dan berkelanjutan.***

banner 336x280