PORTAL ASPIRASI- Setiap pergantian dalam sebuah organisasi selalu menyisakan cerita. Hal itu pula yang terasa di Lapas Kelas IIA Kalianda saat berlangsungnya pergantian sosok yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan lembaga pemasyarakatan tersebut.
Pada Rabu, 26 Agustus 2026, Lapas Kelas IIA Kalianda mengantar Beni Nurrahman, A.Md. IP., S.H., M.H., untuk melanjutkan perjalanan pengabdian di tempat yang baru sekaligus menyambut Badarudin, A.Md.I.P., S.H., M.H., sebagai sosok yang akan melanjutkan tugas dan tanggung jawab di Lapas Kalianda.
Bagi keluarga besar Lapas Kalianda, kepergian Beni Nurrahman bukan sekadar pergantian tugas. Ada berbagai cerita, kebersamaan, perjuangan, hingga obrolan sederhana yang telah menjadi bagian dari perjalanan selama menjalankan pengabdian.
“Terima kasih telah menjadi bagian dari cerita Lapas Kalianda. Ada banyak hal yang mungkin tidak tertulis dalam laporan, tetapi akan selalu tersimpan dalam ingatan, kebersamaan, perjuangan, obrolan sederhana, hingga langkah-langkah kecil yang bersama-sama membawa kita sampai di titik ini.”
Kini, tongkat estafet tersebut berpindah kepada Badarudin, A.Md.I.P., S.H., M.H., yang disambut sebagai bagian dari keluarga besar Lapas Kalianda.
Kehadiran Badarudin diharapkan menjadi awal dari babak baru dalam perjalanan Lapas Kalianda. Bukan hanya tugas dan tanggung jawab yang menanti, tetapi juga keluarga baru, rekan seperjalanan, serta berbagai cerita yang akan dibangun bersama.
Pergantian tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah organisasi tidak semata-mata berbicara tentang siapa yang datang maupun siapa yang pergi. Lebih dari itu, setiap sosok yang hadir meninggalkan kebaikan, pengalaman, dan kontribusi yang kemudian diteruskan oleh mereka yang melanjutkan perjalanan.
Untuk Beni Nurrahman, keluarga besar Lapas Kalianda menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian dan kebersamaan yang telah diberikan selama menjadi bagian dari perjalanan Lapas Kalianda.
“Selamat melanjutkan perjalanan dan pengabdian di tempat yang baru.”
Sementara kepada Badarudin, ucapan selamat datang menjadi awal untuk memulai babak baru bersama seluruh jajaran Lapas Kalianda.
“Selamat datang di Lapas Kalianda dan selamat memulai babak baru bersama kami.”
Sebab satu halaman perjalanan boleh saja selesai, tetapi buku pengabdian akan terus ditulis oleh mereka yang datang dan melanjutkan estafet berikutnya.***
