PORTAL ASPIRASI– Suasana Pasar Pagi Kotabumi mendadak riuh pada Kamis (11/9/2025) ketika alat berat milik PT Lingga Tekhnik Utama meratakan lapak-lapak pedagang tradisional. Pengembang yang ditunjuk untuk merevitalisasi Pasar Dekon ini dikawal ketat oleh puluhan personel Polres Lampung Utara, Kodim 0412, serta Satpol PP.
Satu unit excavator dikerahkan untuk membersihkan area lapak di Pasar Pagi, termasuk yang berada di Jalan Pemuda dan Jalan Trio Deso. Proses pembongkaran berjalan lancar tanpa perlawanan berarti, meski wajah-wajah pedagang tampak lesu menyaksikan tempat mereka mencari nafkah selama ini diratakan tanpa ada kejelasan lokasi pengganti.
Para pedagang yang sebagian besar menjual sayur mayur, ikan, hingga bumbu dapur hanya bisa pasrah. Bagi mereka, lapak sederhana itu bukan sekadar tempat berdagang, melainkan sumber utama kehidupan keluarga. “Kami bingung mau jualan di mana. Kalau pasar dibongkar, seharusnya disiapkan lokasi sementara untuk kami,” keluh salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Revitalisasi Pasar Dekon sendiri diklaim bertujuan meningkatkan fasilitas, sarana, dan prasarana pasar. Pemerintah daerah bersama pengembang berharap proyek ini bisa menghidupkan kembali denyut ekonomi Kotabumi, sekaligus menghadirkan pasar yang lebih modern, bersih, dan nyaman. Namun, keresahan pedagang tetap tak bisa terbendung. Mereka khawatir revitalisasi ini hanya menjadi ajang bisnis segelintir pihak tanpa benar-benar membawa manfaat nyata bagi pedagang kecil.
Warga dan pedagang berharap janji manis revitalisasi tidak berhenti di atas kertas. Mereka menunggu bukti bahwa proyek ini benar-benar untuk kesejahteraan rakyat, bukan sekadar proyek mercusuar yang melupakan nasib pedagang tradisional.***












