Wartawan PWI Pesawaran Bantah Keras Tuduhan Penganiayaan, Siap Balik Lapor

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI– wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran, ikut terseret dalam pusaran tuduhan penganiayaan. Namun, Rama tegas membantah dan menyebut semua pemberitaan itu tidak berdasar.

Ditemui di kediamannya, Minggu (14/9/2025), Rama menjelaskan kronologi sebenarnya. Ia mengaku hanya mendatangi rumah Zahrial (Ryal) untuk mengklarifikasi tuduhan soal akun media sosial Facebook bernama *Rama Saputra* yang dikaitkan dengannya.

banner 336x280

“Harus saya luruskan. Saya ke rumah Ryal hanya untuk menanyakan apa dasar dia menuduh akun itu milik saya. Karena gara-gara keterangan itu, saya sampai dipanggil penyidik Polda Lampung. Setelah diklarifikasi, ternyata memang tidak ada dasar,” kata Rama.

Rama menuturkan, ia mendatangi rumah Ryal dengan cara baik-baik. Bahkan, ia sempat berbincang di dalam rumah setelah diminta langsung oleh Ryal. “Saya masuk karena dia yang minta ngobrol di dalam. Saya tanya baik-baik, lalu ajak ngobrol di luar lagi karena ada istrinya. Lalu di mana letak penganiayaannya? Saya bingung kalau disebut menganiaya,” tegasnya.

Tak terima difitnah, Rama memastikan akan mengambil langkah hukum. “Saya merasa dirugikan. Saya akan melaporkan balik karena negara ini negara hukum, bukan negara tuduhan,” ujarnya mantap.

Rama juga menambahkan, status dirinya kerap dipelintir untuk menimbulkan drama. “Mereka angkat saya mantan anggota DPRD. Padahal, sudah bertahun-tahun saya tidak berpolitik. Sekarang saya bekerja sebagai wartawan, bahkan sudah tersertifikasi dewan pers tingkat Madya. Jadi jelas ada yang tendensius untuk menggiring opini negatif,” pungkasnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Zahrial melalui nomor ponsel 08127263××× tidak membuahkan hasil, karena nomor dalam keadaan tidak aktif.***

banner 336x280