PORTAL ASPIRASI- Suasana subuh di Pekon Gadingrejo Timur, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, mendadak mencekam. Kobaran api besar melalap sebuah pabrik pengolahan kayu palet milik PT Mitra Sejati Beribu, Minggu (6/9/2026).
Api yang muncul saat sebagian besar warga masih beristirahat itu dengan cepat membesar dan menghanguskan sejumlah bangunan serta fasilitas pabrik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, kerugian materi akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.
Kebakaran terjadi di kawasan RT 06 RW 02 sekitar pukul 04.30 WIB. Berdasarkan informasi kepolisian, kejadian bermula saat seorang karyawan tengah melakukan aktivitas rutin dengan memasukkan kayu bakar ke tungku operasional.
Usai mengisi tungku, karyawan tersebut melihat kepulan asap pekat muncul dari bagian atas oven nomor 2.
Menyadari adanya kondisi yang tidak normal, karyawan tersebut langsung berupaya melakukan penanganan awal. Mesin blower dan instalasi oven dimatikan, sementara pintu ruang pengeringan dibuka agar asap dapat keluar.
Namun situasi justru berubah drastis.
Saat karyawan menuju bagian belakang pabrik untuk memanggil rekannya, api tiba-tiba muncul dan dengan cepat membesar.
Dalam waktu singkat, si jago merah merembet ke berbagai bagian pabrik. Banyaknya material kayu kering yang tersimpan di lokasi membuat api semakin mudah menjalar.
Kapolsek Gadingrejo Iptu Sugianto, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, kebakaran tidak hanya menghanguskan oven pengolahan kayu, tetapi juga merembet ke gudang dan bangunan kantor.
“Selain oven palet kayu, api juga merembet dan melalap ruang kantor berukuran 17 x 8 meter serta gudang yang berada tepat di sebelahnya,” ujar Iptu Sugianto.
Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis. Petugas harus berjibaku selama sekitar lima setengah jam untuk menjinakkan api yang terus membesar akibat material kayu di dalam kawasan pabrik.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Pringsewu dikerahkan ke lokasi. Selain itu, satu unit armada bantuan dari BPBD Kabupaten Pesawaran juga turut membantu proses pemadaman.
Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 10.00 WIB.
Dalam operasi pemadaman tersebut, petugas menghabiskan pasokan air hingga mencapai 25 tangki.
Pabrik pengolahan palet kayu tersebut diketahui milik Adi Warman (67), warga Way Halim, Kota Bandar Lampung.
Akibat kebakaran, sejumlah aset perusahaan tidak dapat diselamatkan. Material kayu olahan, mesin oven, gudang hingga bangunan kantor hangus dilalap api.
Polisi kini masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Meski demikian, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh mesin oven yang mengalami panas berlebih atau overheat.
“Penyelidikan masih berjalan, namun dugaan awal kebakaran dipicu mesin oven kayu yang mengalami panas berlebih sehingga membakar tumpukan kayu di dalamnya,” pungkas Sugianto.
Peristiwa kebakaran ini kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya sistem keselamatan kerja dan pengawasan terhadap peralatan operasional, terutama pada industri yang menggunakan mesin bersuhu tinggi dan menyimpan material yang mudah terbakar.
Beruntung dalam peristiwa kebakaran pabrik kayu di Pringsewu tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kerugian yang ditimbulkan cukup besar dan ditaksir mencapai Rp1,2 miliar.
Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang melanda pabrik pengolahan kayu tersebut.***


















