PORTAL ASPIRASI- Tanggamus semakin menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan pangan. Kabupaten yang dikenal dengan potensi pertanian dan hasil laut melimpah ini kini tengah bersiap mengikuti Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman 2025 yang digelar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Lampung.
Penilaian berlangsung di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Tanggamus, Rabu (10/9/2025). Rapat dipimpin Ketua Tim BPOM Lampung, Thusy Eka Putri, bersama anggota Firdaus Umar, Niniek Ambarwati, dan Tri Setiawan, yang hadir mewakili Kepala BPOM Ani Fatimah Isfarjanti. Dari pihak Pemkab Tanggamus, hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendra Wijaya Mega, Kadis Naker Dharma Saputra, sejumlah Kabid Bapperida, hingga perwakilan berbagai OPD terkait.
Dalam pemaparannya, Thusy Eka Putri menjelaskan bahwa hasil penilaian mandiri (self assessment) ini nantinya akan dikirimkan ke enam kementerian yang menjadi juri tingkat nasional. Penilaian ini tidak hanya sebatas administrasi, melainkan juga menjadi parameter penting untuk menilai kesiapan daerah dalam menjamin pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi.
“Indikator Kabupaten/Kota Pangan Aman masuk dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029 untuk mendukung Asta Cita. Kami hadir untuk mengedukasi sekaligus melindungi masyarakat dari risiko pangan dan obat yang membahayakan kesehatan,” tegas Thusy.
Pemkab Tanggamus pun tak tinggal diam. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendra Wijaya Mega menyatakan kesiapan penuh daerahnya dalam mengikuti penilaian ini. “Kami siap mengisi seluruh penilaian tools sebelum batas waktu 30 September 2025. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa Tanggamus mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Partisipasi Tanggamus dalam penilaian ini diharapkan bisa menjadi langkah besar dalam memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan aman di Indonesia. Lebih jauh lagi, keberhasilan ini bisa membuka peluang peningkatan ekonomi daerah sekaligus menjamin kesehatan masyarakat melalui produk pangan yang terjaga kualitasnya.***
