Wakaf 1000 Al-Qur’an Perdana di Lampung, Momentum Maulid Nabi dan Keteladanan Rasulullah

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI– Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Minggu (7/9/2025), menjadi catatan sejarah penting bagi Provinsi Lampung. Untuk pertama kalinya, dilakukan wakaf 1.000 mushaf Al-Qur’an sekaligus pemberian santunan kepada 50 anak yatim.

Acara yang dipusatkan di Desa Hanura ini digagas Pemerintah Desa bersama Majelis Syiar Qur’an dan Istighosah Sholawat, serta dihadiri ribuan jamaah. Kehadiran Ustadz Marsel selaku Pimpinan Majelis, Opik Aksi Indosiar 2025, para alim ulama, tokoh masyarakat, Camat Teluk Pandan Salpani, Ketua Masjid, aparatur desa, hingga komunitas Padepokan Punggawa Jalur Langit semakin menambah khidmat suasana.

banner 336x280

Kepala Desa Hanura menyebut kegiatan wakaf ini tidak hanya sebatas distribusi mushaf, melainkan juga sebagai wujud nyata meneladani akhlakul karimah Rasulullah. “Insya Allah amal kebaikan ini bukan hanya untuk Desa Hanura, tapi juga Teluk Pandan dan Kabupaten Pesawaran. Terima kasih atas kebersamaan ini, semoga kita senantiasa dalam keberkahan dan diridhoi Allah SWT,” ujarnya.

Rio, salah satu tokoh masyarakat, menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi adalah momentum penting untuk mengingat kembali ajaran Rasulullah. “Mari jadikan peringatan ini barometer kehidupan kita. Apa yang diajarkan Nabi, ayo kita tauladani bersama. Kebersamaan dan silaturahmi ini harus terus dijaga,” jelasnya.

Ia menambahkan, wakaf Al-Qur’an juga bertujuan memperkokoh keimanan sekaligus membangkitkan kesadaran moral umat Muslim agar hidup ikhlas, dermawan, dan selalu mendoakan orang tua. “Saya merasakan langsung berkah doa. Pernah diberikan kesempatan umroh gratis, belajar ke luar negeri, hingga dipercaya mengamanahkan 1.000 Al-Qur’an ini untuk diwakafkan dan disalurkan langsung kepada masyarakat,” ungkapnya dalam prosesi serah terima mushaf.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Opik yang dikenal dari Aksi Indosiar 2025, memberikan tausiyah tentang pentingnya peringatan Maulid Nabi. Ia mengutip Al-Qur’an Surat Yunus ayat 58:

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ ۝٥٨

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.’”

Ayat ini menurutnya berkaitan erat dengan Surat Al-Anbiya ayat 107:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ۝١٠٧

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

“Jadi wajar kita bergembira dalam peringatan Maulid Nabi. Walaupun beliau manusia, namun kedudukannya luar biasa dan istimewa sebagaimana dijelaskan Syech Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Maroqil Ubudiyah,” terang Opik, yang kemudian mengajak jamaah melantunkan sholawat Burdah dengan penuh semangat bersama tim qosidah Desa Hanura.

Perayaan ini bukan hanya sebatas seremoni, tetapi juga menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga nilai-nilai Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Wakaf 1.000 Al-Qur’an di Pesawaran pun menandai awal gerakan spiritual yang diharapkan bisa mengakar kuat di seluruh Lampung.***

banner 336x280