PORTAL ASPIRASI- Berbagai persoalan masyarakat mencuat dalam kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, Anton Subagiyo, S.H., di Pekon Bulurejo, Kecamatan Gadingrejo, Kamis (27/8/2026).
Reses yang berlangsung di kediaman warga setempat, Aol/Sumarno, tersebut dihadiri sekitar seratusan masyarakat. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari kondisi jalan usaha tani, jalan Klaten menuju STM Bulurejo yang disebut telah rusak selama 15 tahun, jalan lingkungan, hingga keberlanjutan kepesertaan BPJS yang bersumber dari APBD.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pekon Bulurejo Suherman, Babinkantibmas, Babinsa, serta para pengurus kelompok tani.
Sejumlah aspirasi warga berkaitan langsung dengan kebutuhan infrastruktur dan aktivitas perekonomian masyarakat. Salah satunya disampaikan tokoh masyarakat sekaligus Ketua Kelompok Tani, Sagiman.
Ia meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap jalan usaha tani (JUT) yang selama ini dinilai luput dari pembangunan.
“Selama ini jalan usaha tani luput dari perhatian pemerintah,” kata Sagiman.
Keluhan lain datang dari Marmono. Ia menyoroti kondisi jalan Klaten menuju STM Bulurejo yang menurutnya sudah sekitar 15 tahun mengalami kerusakan dan belum mendapatkan pembangunan.
Menurut Marmono, jalan tersebut merupakan akses penting bagi para siswa yang bersekolah sekaligus menjadi jalur perekonomian masyarakat.
Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan yang panjangnya kurang lebih dua kilometer tersebut.
“Kasihan anak-anak yang mau sekolah. Musim hujan ya becek, musim kemarau ya berdebu. Kok bisa aset Pemda tidak diperhatikan,” ujarnya.
Selain persoalan jalan, warga juga menyampaikan kebutuhan kelompok perajin batu bata. Sumarno meminta bantuan alat molen batu bata untuk mendukung aktivitas para perajin di wilayah tersebut.
Ia juga berharap kepesertaan BPJS yang dibiayai melalui APBD tidak dihentikan karena dinilai sangat membantu masyarakat.
“BPJS APBD jangan diputus, soalnya sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sumarno.
Sementara itu, Kepala Pekon Bulurejo, Suherman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan reses di wilayahnya.
Ia berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat benar-benar diserap dan diperjuangkan melalui lembaga DPRD.
“Saya berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat bisa diserap anggota dewan,” harapnya.
Kelompok Tani Minta Sumur Bor Tenaga Surya
Persoalan lain yang tak kalah penting datang dari sektor pertanian. Kelompok Tani Gubras, melalui Sumarno dan Wahyu dari Pekon Klaten, meminta bantuan sumur bor tenaga surya untuk mengaliri areal persawahan di belakang Pemda.
Menurut mereka, sekitar 70 hektare sawah di wilayah tersebut saat ini mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap sarana irigasi menjadi semakin mendesak. Selain sumur bor, para petani juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap jalan usaha tani yang selama ini belum mendapatkan penanganan maksimal.
“Selama ini tidak ada perhatian dari pemerintah, baik terkait jalan usaha tani (JUT) ataupun irigasinya,” kata Sumarno.
Anton Siap Perjuangkan Aspirasi Warga
Menanggapi berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, anggota DPRD Pringsewu dari Fraksi Partai Golkar, Anton Subagiyo, S.H., menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan reses.
Anton mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan ditampung dan diperjuangkan sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan dan penanganan jalan kabupaten merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pringsewu.
Sementara itu, terkait jalan usaha tani dan normalisasi saluran irigasi, menurut Anton, hal tersebut merupakan bagian dari program penunjang ketahanan pangan yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah melalui dinas terkait.
“Semoga pemerintah melalui dinas terkait bisa mengakomodir permintaan warga masyarakat Kabupaten Pringsewu,” ujarnya.
Anton menegaskan bahwa fungsi dirinya sebagai anggota DPRD salah satunya adalah menampung aspirasi masyarakat untuk kemudian disampaikan dan diperjuangkan kepada pemerintah daerah.
“Tugas saya menampung dan menyampaikan aspirasi warga untuk diteruskan kepada pemerintah daerah,” kata Anton mengakhiri kegiatan resesnya.
Kegiatan reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat Pekon Bulurejo dan sekitarnya untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan yang mereka hadapi. Mulai dari persoalan akses pendidikan dan ekonomi, infrastruktur pertanian, irigasi, hingga perlindungan sosial melalui BPJS.
Aspirasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan pemerintah daerah dalam menentukan program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.***



















