PORTAL ASPIRASI- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya dalam mengawal perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro yang menelan anggaran sebesar Rp14,67 miliar agar menghasilkan kualitas terbaik dan berdampak langsung pada peningkatan konektivitas ekonomi masyarakat.
Perbaikan jalan tersebut ditandai dengan kegiatan groundbreaking sekaligus peninjauan langsung oleh Gubernur Mirza di Desa Untoro, Kecamatan Trimurjo, Rabu (22/4/2026).
Berdasarkan data teknis, ruas jalan yang diperbaiki memiliki panjang efektif 1,345 kilometer dengan konstruksi rigid pavement atau perkerasan beton guna meningkatkan daya tahan dan umur pakai jalan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza menekankan pentingnya kualitas pekerjaan kepada kontraktor, konsultan, dan pengawas proyek. Ia menegaskan bahwa hasil pembangunan akan langsung dirasakan dan dinilai oleh masyarakat.
“Pekerjaan ini bukan hanya dinilai pemerintah, tetapi juga masyarakat yang setiap hari melintasi jalan ini. Dampaknya besar bagi perekonomian dan masa depan Lampung,” ujar Gubernur Mirza.
Ia juga meminta pengawasan dilakukan secara ketat serta seluruh proses teknis dijalankan sesuai standar. Pemerintah Provinsi Lampung, kata dia, tidak ingin perbaikan jalan kembali cepat rusak dalam waktu singkat.
Selain itu, Gubernur Mirza menginstruksikan UPTD terkait agar seluruh ruas jalan yang telah dijadwalkan dapat dituntaskan hingga akhir tahun. Untuk ruas yang belum dapat diperbaiki secara permanen, ia meminta dilakukan penanganan sementara berupa patching agar tetap fungsional.
Dalam tinjauannya, ia juga menyoroti kondisi drainase di sepanjang ruas jalan yang dinilai masih kurang terawat. Ia meminta agar saluran air dibersihkan dan tanaman liar di sisi jalan dirapikan.
“Saya masih melihat bahu jalan yang terbengkalai. Saluran air harus dibersihkan, dan tanaman liar di sisi jalan harus dirapikan,” tegasnya.
Dari hasil dialog dengan pihak desa, diketahui bahwa ruas jalan tersebut sudah lama tidak mendapat perbaikan menyeluruh, dan perbaikan sebelumnya tidak bertahan lama.
Menanggapi hal itu, Gubernur Mirza menegaskan penggunaan konstruksi rigid beton diharapkan mampu meningkatkan ketahanan jalan. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga drainase.
Selain faktor konstruksi dan drainase, ia juga menyoroti tingginya volume kendaraan berat yang melintas, seperti truk sawit dan angkutan hasil industri yang diduga kerap melebihi kapasitas muatan.
Menurutnya, ketahanan jalan sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kualitas konstruksi, sistem drainase yang baik, serta pengendalian beban kendaraan.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap pembangunan infrastruktur ini dapat memperlancar mobilitas barang dan jasa, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah setempat.***
