Wabup Pringsewu Umi Laila Tegaskan Data Tunggal Jadi Kunci Tekan Kemiskinan dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI-  Isu kemiskinan dan kesejahteraan sosial kembali menjadi sorotan utama di tengah upaya pembangunan daerah. Wakil Bupati Pringsewu, Umi Laila, menegaskan hal ini saat memberikan arahan pada apel pagi jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu di lapangan Pemkab setempat, Jumat (19/9/2025).

Menurut Wabup Umi Laila, meski berbagai program telah dijalankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, isu ketepatan sasaran penerima bantuan sosial tetap menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Berbagai metode identifikasi penerima bantuan telah ditempuh, namun kritik dan masukan publik seakan tak pernah berhenti.

banner 336x280

Dalam kesempatan itu, Wabup menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 telah membentuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem ini merupakan big data yang memuat informasi sosial, ekonomi, dan peringkat kesejahteraan seluruh individu dan keluarga di Indonesia. Data tersebut dibangun dari penggabungan berbagai data nasional, dipadankan dengan data kependudukan, dan diperbarui secara berkala oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Kementerian Sosial.

“DTSEN ini sangat penting. Di dalamnya terdapat seluruh data penduduk yang telah diperingkat secara objektif. Dari sini, kita bisa mengetahui siapa yang layak menerima bantuan sosial dan siapa yang belum. Data ini juga dimutakhirkan setiap bulan sehingga responsif terhadap dinamika kesejahteraan masyarakat, termasuk di Kabupaten Pringsewu,” ujar Umi Laila.

Lebih lanjut, Wabup menekankan arahan Presiden agar seluruh pihak memanfaatkan DTSEN sebagai basis data utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan sosial ekonomi. Tujuannya, agar setiap program yang dijalankan tepat sasaran, efektif, efisien, dan akuntabel.

“Ini adalah peran aktif seluruh perangkat daerah. Banyak program yang tersebar di berbagai OPD terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita harus memastikan bantuan sosial benar-benar sampai kepada yang membutuhkan, sekaligus menjadi jembatan menuju kemandirian,” kata Wabup Umi Laila.

Ia menambahkan bahwa edukasi masyarakat sangat penting agar bantuan sosial dimanfaatkan sesuai peruntukan. “Bantuan sosial bukan untuk dinikmati selamanya. Kita harus mendorong masyarakat untuk bekerja lebih giat, meningkatkan taraf hidup, dan memanfaatkan kesempatan yang ada,” tambahnya.

Wabup Umi Laila menutup apel dengan menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh pihak. Dengan dukungan aktif pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat, angka kemiskinan di Pringsewu bisa ditekan, sementara kesejahteraan sosial masyarakat dapat meningkat secara signifikan.***

banner 336x280