Muhammad Alfariezie Guncang Dunia Sastra: Cari Donatur untuk Novel Horor “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul”, Kisah Dosa dan Kutukan dari Desa yang Terlupakan

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI- Penulis muda asal Kota Bandar Lampung, Muhammad Alfariezie, kembali menarik perhatian dunia sastra Indonesia. Setelah sukses dengan novel debutnya “Rumah Darah”, kini ia tengah menyiapkan karya terbaru berjudul “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul” — sebuah novel horor yang digadang-gadang sebagai kelanjutan spiritual dari “Rumah Terbengkalai” dan “Dosa yang Tak Terampuni”.

Namun, kali ini Alfariezie tidak sekadar menulis cerita tentang hantu atau teror gaib. Ia mengajak pembaca masuk ke lapisan lebih dalam dari kengerian: sisi gelap manusia yang terperangkap oleh keserakahan dan dosa yang tak pernah usai.

banner 336x280

“Ini bukan cuma kisah hantu,” ungkap Alfariezie saat ditemui di Bandar Lampung. “Novel ini berbicara tentang bagaimana keserakahan manusia bisa berubah menjadi kutukan — sesuatu yang menolak dilupakan bahkan setelah kematian.”

Sequel Rumah Terbengkalai: Dosa yang Tak Pernah Usai

Manuskrip “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul” menuturkan kisah Sahrudin, seorang pria yang menjadi simbol kehancuran moral di tengah gemerlap palsu kehidupan modern. Rumah megah yang dulu dibanggakan keluarga Sahrudin kini berubah menjadi tempat menyeramkan. Di sana, rumput liar tumbuh menelan tembok, debu menutupi jendela, dan setiap malam terdengar bisikan misterius yang membuat siapa pun bergidik.

Alfariezie menulis dengan gaya deskriptif dan penuh emosi. “Sudah tidak ada lagi alasan bagi orang tua Sahrudin untuk menjual rumah peninggalannya itu,” tulisnya. Rumah itu bukan sekadar bangunan, melainkan penjara bagi dosa masa lalu. Kematian anak mereka dan penjaga kompleks bernama Aden menjadi bagian dari tragedi yang tak pernah mendapat jawaban.

Sang ayah, yang sempat ingin merobohkan rumah tersebut, harus menerima kenyataan pahit ketika warga dan pengembang menolak. Sejak itu, rumah megah tersebut menjadi simbol bisu antara rasa bersalah dan kutukan yang tidak pernah berakhir.

Tragedi yang Terungkap Lewat Dunia Digital

Dalam salah satu bagian paling emosional, Alfariezie menampilkan adegan yang mengguncang: sang ibu menemukan berita daring tentang proyek kematian warga Dusun Keramat — proyek yang ternyata dipimpin oleh anaknya sendiri, Sahrudin.

“Ya Allah, ampunilah dosa anak saya jika berita ini benar,” tulis Alfariezie melalui tokoh ayah Sahrudin. Kalimat ini menjadi inti moral dari keseluruhan cerita: sebuah refleksi tentang dosa, penyesalan, dan keputusasaan yang diwariskan antargenerasi.

Rumah Angker, Luka yang Tak Pernah Sembuh

Seiring waktu, rambut kedua orang tua Sahrudin memutih, namun rumah besar itu tetap berdiri, meski kini hanya berupa reruntuhan berdebu dan berkarat. Kolam renang yang dulunya menjadi kebanggaan keluarga kini menjadi sarang laba-laba dan kalajengking.

Para satpam kompleks pun menolak berjaga sendirian di depan rumah itu. “Mending pos dijarah maling daripada harus dengar suara anak kecil main di rumah kosong itu,” kata seorang satpam bernama Ali, yang kisahnya turut dicantumkan dalam naskah.

Mencari Donatur untuk Menghidupkan Horor Lokal

Dengan kisah yang kental akan aroma mistik dan kritik sosial, Muhammad Alfariezie kini membuka peluang kerja sama dan donasi bagi siapa pun yang ingin membantu penyelesaian naskah “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul”.

Baginya, novel ini bukan sekadar proyek sastra, melainkan bentuk doa dan peringatan. “Tempat bisa menyimpan dendam, dan manusia bisa dikubur oleh perbuatannya sendiri,” ujarnya.

Alfariezie berharap karya ini bisa diterbitkan oleh penerbit independen yang memiliki visi sama: mengangkat kisah lokal menjadi horor berkelas nasional dengan makna sosial yang dalam.

Tentang Penulis

Muhammad Alfariezie dikenal sebagai penulis muda dengan keberanian eksplorasi tema gelap dan simbolisme mendalam. Novel pertamanya, “Rumah Darah”, mendapat apresiasi karena perpaduan antara realitas, imajinasi, dan gaya penulisan sinematik yang kuat.

Kini, melalui “Dusun Keramat Desa Sumber Muncul”, ia melanjutkan misi untuk menghadirkan kisah horor yang bukan hanya menakutkan, tetapi juga menggugah kesadaran tentang dosa, keserakahan, dan keadilan yang tertunda.

Bagi pihak yang ingin berpartisipasi dalam proses penerbitan novel ini, Alfariezie akan segera mengumumkan kanal resmi donasi dan kerja sama dalam waktu dekat.***

banner 336x280