Gandeng BRIN, Pemprov Lampung Pacu 19 Program Inovasi: Ubi Kayu hingga Observatorium Jadi Prioritas

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI– Pemerintah Provinsi Lampung menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat pembangunan daerah berbasis riset, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Kolaborasi ini diarahkan untuk menghasilkan berbagai inovasi yang tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung guna menjawab persoalan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Sinergi Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, Penerapan, Invensi, dan Inovasi di Kantor BRIN, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

banner 336x280

Nota kesepakatan ditandatangani langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria. Kesepakatan ini menjadi langkah untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga riset nasional dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih terukur serta didukung data dan kajian ilmiah.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, kerja sama tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama untuk menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pembangunan harus bergerak menuju kebijakan berbasis bukti, sehingga setiap program yang dijalankan dapat diukur manfaatnya dan berkelanjutan,” ujar Mirza.

Menurutnya, pembangunan daerah ke depan membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi agar potensi yang dimiliki Lampung dapat dikelola secara lebih optimal.

Lampung Punya Potensi Besar, Hilirisasi Jadi Tantangan

Mirza menilai Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera sekaligus salah satu daerah penyangga pangan nasional.

Potensi tersebut tersebar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, energi, hingga ekonomi kreatif. Namun, pengembangan potensi daerah dinilai perlu diperkuat melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan produktivitas, dan hilirisasi.

Salah satu tantangan yang perlu dijawab adalah bagaimana komoditas unggulan daerah tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi.

Melalui dukungan riset, pemerintah berharap sektor pertanian dan perkebunan mampu menghasilkan produk yang lebih kompetitif, meningkatkan efisiensi produksi, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Kolaborasi dengan BRIN juga diharapkan membantu pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan berdasarkan hasil penelitian, sehingga program pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah.

BRIN Siapkan Program Konkret Selama Empat Tahun

Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria menegaskan bahwa riset dan inovasi harus mampu menjawab persoalan masyarakat secara langsung.

Menurutnya, kerja sama dengan Pemprov Lampung akan diterjemahkan melalui program-program konkret selama empat tahun ke depan.

Pelaksanaan kolaborasi tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur riset, peningkatan kompetensi, serta dukungan pendanaan agar kegiatan penelitian dapat berjalan dan menghasilkan manfaat yang dapat diterapkan.

Sebanyak 19 program strategis direncanakan melalui kolaborasi tiga kedeputian BRIN, lima Organisasi Riset BRIN, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Lampung.

Keterlibatan banyak lembaga tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pemerintah daerah dengan kemampuan riset yang dimiliki BRIN.

Dengan demikian, penelitian tidak hanya menjadi kegiatan akademis, tetapi juga dapat menjadi dasar pengembangan teknologi, peningkatan kualitas produksi, penguatan industri lokal, dan penyelesaian persoalan pembangunan.

Ubi Kayu Jadi Salah Satu Program Unggulan

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam kerja sama ini adalah pengembangan Pusat Riset Kolaborasi Cassava bersama Universitas Lampung.

Program tersebut diarahkan untuk menghasilkan varietas unggul ubi kayu dengan kadar pati tinggi. Pengembangan ini dinilai penting karena ubi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Dalam pelaksanaannya, BRIN akan memberikan dukungan berupa tenaga ahli, teknologi, pendampingan teknis, serta fasilitas riset.

Sementara itu, Pemprov Lampung menyiapkan dukungan berupa lahan uji, data lapangan, koordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta pembiayaan melalui APBD.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pengembangan komoditas ubi kayu, mulai dari peningkatan kualitas varietas hingga penerapan hasil penelitian di tingkat petani dan sektor pengolahan.

Apabila berjalan sesuai sasaran, hasil riset tersebut berpotensi mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat industri pengolahan berbasis ubi kayu di Lampung.

Delapan Sektor Prioritas Jadi Sasaran Kolaborasi

Kerja sama Pemprov Lampung dan BRIN mencakup delapan sektor utama yang berkaitan dengan potensi ekonomi, kebutuhan masyarakat, serta arah pembangunan daerah.

Pertama, sains dan edukasi keantariksaan. Salah satu agenda yang didorong adalah percepatan pembangunan Observatorium Astronomi Lampung. Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat kegiatan penelitian, pendidikan, dan pengenalan ilmu pengetahuan keantariksaan.

Kedua, kedaulatan pangan dan inovasi pertanian. Programnya meliputi pengembangan varietas unggul ubi kayu, pengendalian penyakit tanaman lada, serta penanganan hama kelapa. Penguatan sektor ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan komoditas pertanian.

Ketiga, tata niaga dan stabilitas harga pangan. Pemerintah mendorong penguatan rantai pasok komoditas strategis seperti cabai dan bawang. Langkah ini diharapkan membantu memperbaiki distribusi serta mendukung kestabilan pasokan dan harga pangan.

Keempat, teknologi pertanian modern. Penerapan sistem smart irrigation atau irigasi cerdas serta pengendalian hama berbasis digital menjadi bagian dari agenda pengembangan teknologi pertanian. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membantu petani mengelola lahan secara lebih efisien.

Kelima, peternakan terintegrasi. Pengembangan reproduksi dan pakan sapi serta integrasi usaha sapi dengan perkebunan sawit menjadi fokus kerja sama. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia.

Keenam, ekonomi desa dan ekonomi kreatif. Program yang masuk dalam sektor ini antara lain hilirisasi damar mata kucing, revitalisasi budaya Lampung, pengembangan pupuk ramah lingkungan, mesin pengering gabah, pendidikan vokasi, serta penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Ketujuh, kelautan dan perikanan. Kolaborasi diarahkan pada pengembangan pakan lokal untuk benih bening lobster serta program restocking atau pengayaan kembali populasi rajungan. Upaya ini diharapkan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan dan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

Kedelapan, kebijakan dan tata kelola daerah. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, pemetaan hidrologi Bandar Lampung, pemetaan konflik sosial, serta peningkatan Indeks Daya Saing Daerah menjadi bagian dari agenda penguatan kebijakan pembangunan.

Riset Harus Memberikan Manfaat Nyata

Kerja sama Pemprov Lampung dan BRIN memperlihatkan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Namun, keberhasilan kolaborasi tersebut nantinya tidak hanya diukur dari jumlah kesepakatan, program penelitian, atau kegiatan yang dilaksanakan. Hal terpenting adalah sejauh mana hasil riset dapat diterapkan dan memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.

Pengembangan varietas unggul, teknologi pertanian, pengolahan komoditas, penguatan ekonomi desa, hingga pemetaan wilayah membutuhkan kesinambungan antara penelitian, kebijakan pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Ketersediaan pendanaan, kesiapan sumber daya manusia, pendampingan, serta pengawasan pelaksanaan juga menjadi faktor penting agar hasil inovasi tidak berhenti sebagai proyek penelitian.

Melalui 19 program strategis dan delapan sektor prioritas tersebut, Pemprov Lampung bersama BRIN menargetkan lahirnya berbagai inovasi yang mampu memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung percepatan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap program memiliki target yang jelas, pelaksanaan yang terukur, dan hasil yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat Lampung.***

banner 336x280