PORTAL ASPIRASI- Komisi II DPRD Kabupaten Pringsewu melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perindustrian Republik Indonesia untuk berkonsultasi dan berkoordinasi mengenai pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Pringsewu.
Kunjungan yang berlangsung pada Senin (12/10/2026) tersebut dipimpin Ketua Komisi II DPRD Pringsewu, Hj. Mastuah, bersama hampir seluruh anggota komisi. Rombongan turut didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Pringsewu, Sulistyoningsih.
Anggota DPRD yang mengikuti kunjungan tersebut yakni Meifi Anindya Larasati selaku sekretaris, serta Ririn Puspitasari, Asa Attorida El Hakim, Leswanda Putra, Sudiyono, dan Ediyanto.
Rombongan diterima langsung oleh Pembina Industri Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Kerja Dukungan Strategis serta Data dan Informasi Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI, Satrio Pratomo.
Dorong Pembentukan Kawasan IKM di Pringsewu
Ketua Komisi II DPRD Pringsewu, Hj. Mastuah, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memperoleh informasi dan masukan dari pemerintah pusat mengenai pengembangan kawasan IKM yang sesuai dengan potensi dan karakteristik Kabupaten Pringsewu.
Menurutnya, pengembangan kawasan IKM diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah, mendorong investasi sektor industri, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, kunjungan tersebut juga diarahkan untuk menggali peluang dukungan program dan fasilitasi Kementerian Perindustrian, mendorong terbentuknya kawasan IKM yang terintegrasi dan berkelanjutan, serta membantu pelaku UMKM dan IKM meningkatkan kapasitas dan daya saing.
Sepuluh Aspek Pengembangan IKM Dikonsultasikan
Dalam pertemuan tersebut, Komisi II DPRD Pringsewu membahas sejumlah aspek strategis terkait pengembangan kawasan IKM.
Materi konsultasi meliputi konsep pembangunan kawasan yang sesuai dengan karakteristik Pringsewu, persyaratan dan tahapan pembentukan kawasan IKM, serta kebutuhan sarana dan prasarana pendukung.
Rombongan juga menggali informasi mengenai program pembinaan dan peningkatan kapasitas pelaku IKM, bantuan peralatan dan teknologi produksi, pelatihan tenaga kerja, serta peningkatan keterampilan masyarakat.
Selain itu, pembahasan mencakup kemudahan perizinan dan sertifikasi produk, akses pembiayaan bagi pelaku IKM, strategi pemasaran dan perluasan akses pasar, hingga peluang dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan kawasan IKM di Kabupaten Pringsewu.
Mastuah berharap konsultasi tersebut menghasilkan rekomendasi dan arahan dari Kementerian Perindustrian, sekaligus membuka peluang sinergi antara program pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu.
Ia juga berharap terdapat peluang dukungan sarana, prasarana, peralatan, teknologi, dan pelatihan bagi pelaku IKM, sehingga langkah awal pengembangan kawasan dapat disusun secara terarah dan berkelanjutan.
Mocaf Jadi Fokus Sentra IKM Pringsewu
Saat ini, salah satu fokus pengembangan sentra IKM di Kabupaten Pringsewu adalah produk mocaf atau tepung singkong yang disebut telah mendapat perhatian di tingkat nasional.
Pengembangan sentra IKM tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, melalui program corporate farming seluas 50 hektare; Pekon Tulungagung melalui Koperasi Cokroaminoto; serta Pekon Mataram melalui UMKM Robbani Snack.
Selain mocaf, pengembangan IKM di Pringsewu juga mencakup Sentra Pring Kuning di Pekon Tulungagung yang mengembangkan kerajinan bambu dan anyaman. Pengembangan tersebut sejalan dengan julukan Pringsewu sebagai Negeri Seribu Bambu.
Pembinaan IKM olahan kopi juga dilakukan di wilayah Gadingrejo dan Sukoharjo.
Melalui konsultasi dengan Kementerian Perindustrian, Komisi II DPRD Pringsewu berharap potensi produk lokal tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan program, peningkatan kapasitas pelaku usaha, pemanfaatan teknologi, dan perluasan pasar.
Pengembangan kawasan IKM diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing produk lokal, tetapi juga membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Pringsewu.***(Wid)















