PORTAL ASPIRASI- Pemerintah Provinsi Lampung membuka tahun kerja 2026 dengan langkah cepat. Di hari pertama masuk kerja, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan pusat layanan publik untuk memastikan disiplin aparatur serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal sejak awal tahun.
Langkah ini dinilai penting karena awal tahun kerap menjadi penentu ritme kerja birokrasi dan kualitas layanan publik dalam jangka panjang. Pemeriksaan langsung dilakukan untuk melihat kondisi riil di lapangan, bukan hanya berdasarkan laporan administratif.
Sidak Serentak di OPD dan Layanan Publik
Inspeksi mendadak tersebut dilaksanakan secara serentak oleh tiga tim. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memimpin langsung tim pertama, sementara tim kedua dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Lampung Mulyadi Irsan, dan tim ketiga dipimpin Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Lampung Sulpakar.
Ketiga tim menyasar sejumlah OPD, biro di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, hingga pusat layanan publik strategis. Fokus utama sidak adalah tingkat kehadiran ASN, kesiapan pelayanan, serta kepatuhan terhadap jam kerja dan prosedur pelayanan.
Gubernur menegaskan, sidak bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga profesionalisme aparatur sipil negara.
“Sidak ini untuk memastikan disiplin ASN benar-benar dijalankan dan kinerja perangkat daerah berjalan sesuai tugas dan fungsinya,” ujar Gubernur saat meninjau sejumlah OPD.
Penegakan Disiplin ASN Jadi Fondasi
Menurut Gubernur, disiplin ASN merupakan fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang kredibel dan responsif. Ia menekankan bahwa aturan kepegawaian telah jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN serta PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.
Dengan dasar regulasi tersebut, ia berharap tidak ada toleransi terhadap pelanggaran kedisiplinan yang berpotensi berdampak pada layanan masyarakat.
RS Abdul Moeloek Jadi Perhatian Khusus
Selain kantor pemerintahan, Gubernur juga melakukan sidak ke RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM), rumah sakit rujukan utama di Provinsi Lampung. Kunjungan ini menegaskan bahwa sektor kesehatan tetap menjadi prioritas, terutama di awal tahun kerja.
“Semua rujukan terakhir dari kabupaten dan kota itu ke Abdul Moeloek. Tidak ada rumah sakit lain lagi, sehingga pelayanannya harus tetap optimal,” tegas Gubernur.
Dalam sidaknya, Gubernur meninjau langsung Instalasi Farmasi, poliklinik umum, Instalasi Gawat Darurat, hingga ruang rawat inap bedah. Ia juga berdialog dengan tenaga kesehatan dan pasien untuk mendengar langsung pengalaman layanan.
Tantangan Kapasitas dan Pengembangan Layanan
Gubernur mengakui RSUD Abdul Moeloek saat ini menghadapi tantangan kelebihan kapasitas seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan. Untuk itu, Pemprov Lampung mendorong peningkatan fasilitas, sarana pendukung, serta pengembangan teknologi medis.
“Saya sudah minta Pak Sekda mendukung penuh kebutuhan RSUDAM. Tahun 2026 ini, RSUD Abdul Moeloek akan memiliki fasilitas LASIK dan menjadi rumah sakit pertama di wilayah Sumbagsel yang menyediakan layanan tersebut,” kata Gubernur.
Pengembangan layanan ini diharapkan dapat mengurangi beban rujukan ke luar daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Lampung.
Suara Pasien dan Evaluasi OPD
Di sela kunjungan, Gubernur juga menyempatkan berdialog dengan pasien. Salah satunya Sutrisno (62), warga Gunung Sugih, Lampung Tengah, yang tengah menjalani kemoterapi tulang.
“Saya kemoterapi tulang sudah tiga tahun pakai BPJS. Alhamdulillah pelayanannya sangat baik,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mulyadi Irsan melaporkan hasil sidak di 15 OPD menunjukkan tingkat kehadiran ASN tergolong baik, meski masih ditemukan beberapa catatan pembinaan.
“Kesadaran sudah cukup, tapi tetap perlu dukungan dan pembinaan bagi yang belum maksimal,” jelasnya.
Asisten Administrasi Umum Sulpakar menambahkan, sidak bertujuan memastikan pelayanan masyarakat tidak terganggu sejak hari pertama kerja.
“Disiplin dan tanggung jawab adalah kunci utama dalam mewujudkan pemerintahan yang melayani,” pungkasnya.***












