Jembatan Gantung Tampang Muda Diperbaiki, Akses Anak Sekolah di Tanggamus Kembali Aman Lewat Ekspedisi Gotong Royong

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI– Harapan ribuan warga di Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, segera terjawab. Pemerintah Kabupaten Tanggamus secara resmi melepas tim Ekspedisi Jembatan Gantung Tampang Muda pada Senin (22/9/2025). Aksi kolaboratif ini digagas untuk memperbaiki jembatan gantung yang kondisinya rusak parah dan sempat viral di media sosial karena membahayakan pelajar serta warga yang setiap hari melintas.

Jembatan Gantung Tampang Muda selama ini menjadi akses vital penghubung desa dan sekolah. Kerusakan yang terjadi membuat masyarakat resah, terutama para orang tua yang khawatir dengan keselamatan anak-anak mereka. Perbaikan ditargetkan rampung akhir September 2025, agar siswa bisa kembali berangkat sekolah tanpa harus mempertaruhkan nyawa.

banner 336x280

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menjadi penggerak utama aksi ini. Respons cepat keduanya menunjukkan kepedulian serius terhadap kondisi infrastruktur desa. Bahkan, ide ekspedisi ini tidak hanya soal membangun kembali jembatan, melainkan juga menghidupkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Lampung.

Vertical Rescue Indonesia (VRI) Regional Lampung dipercaya sebagai tenaga teknis dalam ekspedisi. Organisasi ini dikenal memiliki pengalaman luas dalam pembangunan dan perbaikan jembatan gantung di berbagai daerah. Mereka tidak bekerja sendirian, melainkan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung, Pemkab Tanggamus, TNI/Polri, pelajar, mahasiswa, organisasi pencinta alam, hingga warga sekitar yang secara sukarela ikut membantu.

Pelepasan tim ekspedisi berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Tanggamus, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Agus Suranto. Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini adalah bukti bahwa persoalan masyarakat bisa diselesaikan dengan kerja sama.

“Kegiatan ini adalah bukti nyata kekuatan gotong royong. Pemerintah, masyarakat, komunitas, bahkan dunia usaha ikut bergandengan tangan. Semua turun demi masa depan anak-anak kita yang berhak mendapat akses pendidikan yang aman,” ujar Agus dengan penuh semangat.

Prosesi pelepasan juga diwarnai doa bersama agar perjalanan dan proses perbaikan berjalan lancar tanpa hambatan. Kehadiran para relawan mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat yang hadir. Mereka berharap jembatan baru ini tidak hanya sekadar memperlancar akses, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan warga Lampung dalam menghadapi persoalan bersama.

Selain menjadi solusi praktis, ekspedisi ini juga diharapkan membawa dampak jangka panjang. Infrastruktur yang kuat diyakini mampu membuka akses ekonomi desa, memperlancar distribusi hasil pertanian, hingga mendukung pembangunan wilayah terpencil di Pematang Sawa. Dengan selesainya jembatan ini, warga tidak hanya mendapatkan jalur aman menuju sekolah dan pasar, tetapi juga kesempatan untuk berkembang lebih maju.***

banner 336x280