PORTAL ASPIRASI – Sebuah video yang menampilkan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tanggamus sedang asyik bermain game online “Mobile Legends” saat Bupati menyampaikan amanat resmi, menjadi viral dan menghebohkan publik, Jumat (20/12/2025). Kejadian ini memicu kritik dari masyarakat terkait etika dan profesionalisme pejabat pemerintah di Kabupaten Tanggamus.
Peristiwa tersebut terjadi saat Bupati sedang memberikan arahan dalam acara resmi yang dihadiri oleh jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Sementara sebagian besar pejabat fokus mendengarkan pidato Bupati, Kepala Kesbangpol yang diketahui bernama Beni, justru terlihat serius memainkan game di ponselnya. Video singkat ini dengan cepat tersebar di media sosial, memicu beragam komentar dari netizen dan tokoh masyarakat.
Seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menyayangkan tindakan pejabat tersebut. “Itu pejabat yang tidak benar dan tidak bertanggung jawab. Masa Bupati masih menyampaikan pidatonya, malah dia main game. Kami masyarakat kecewa, seorang publik figure seharusnya memberi contoh etika dan disiplin,” ujarnya. Pernyataan ini mewakili keresahan publik terhadap perilaku pejabat yang dianggap melanggar norma kesopanan dan tanggung jawab profesional.
Kritik juga menyoroti dampak jangka panjang terhadap citra pemerintah daerah. Pejabat publik, termasuk ASN, diharapkan menjadi teladan dalam menghadiri rapat resmi, kegiatan pemerintahan, atau acara formal lainnya. Ketidakhadiran perhatian terhadap arahan pimpinan daerah dinilai mencerminkan sikap acuh tak acuh yang dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
Sementara itu, beberapa ASN di lingkungan Pemkab Tanggamus menilai insiden ini menjadi peringatan bagi semua pejabat agar lebih disiplin dan menjaga wibawa dalam setiap kesempatan resmi. Ketidakfokusan pejabat saat menghadiri rapat atau pidato penting dapat mengganggu jalannya koordinasi dan komunikasi internal, yang pada akhirnya berdampak pada kinerja organisasi secara keseluruhan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Tanggamus terkait sanksi atau tindak lanjut terhadap Kepala Kesbangpol. Masyarakat dan pengamat pemerintahan berharap pihak berwenang dapat menegakkan disiplin dan memberikan tindakan yang jelas agar kasus serupa tidak terulang, sekaligus memperkuat profesionalisme dan etika pejabat publik di Kabupaten Tanggamus.
“ASN dan pejabat publik harus menyadari posisi mereka sebagai teladan masyarakat. Disiplin dan etika dalam menghadiri acara resmi adalah hal yang paling dasar, tapi penting untuk membangun citra dan kepercayaan publik,” kata pengamat pemerintahan lokal. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa integritas pejabat publik tetap menjadi sorotan masyarakat, baik di dunia nyata maupun digital.***













