PORTAL ASPIRASI- Paradigma pemasaran terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi. Jika sebelumnya berorientasi pada produk, kini strategi pemasaran lebih menitikberatkan pada pengalaman konsumen dan pemanfaatan teknologi sebagai pendukung pengambilan keputusan.
Hal tersebut menjadi salah satu bahasan utama dalam buku Manajemen Pemasaran Era Society 5.0 yang ditulis oleh tiga dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, yakni Lukman Hakim, S.P., M.M., Ary Meizari, S.E., M.M., dan Ayu Firdhayanti, S.Kom., M.T.I.
Lukman Hakim, Dosen Program Studi Manajemen IIB Darmajaya, menjelaskan bahwa konsumen masa kini tidak hanya membeli sebuah produk, tetapi juga nilai emosional dan sosial yang melekat di dalamnya.
“Konsumen modern tidak hanya membeli barang, mereka membeli nilai emosional dan sosial yang melekat pada produk,” ujar Lukman saat memperkenalkan buku tersebut, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, perusahaan perlu mampu membaca perilaku konsumen melalui pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) agar strategi pemasaran menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
“Dengan analisis yang mendalam, promosi dapat lebih relevan dan tepat sasaran,” katanya.
Lukman menambahkan bahwa dalam konsep Society 5.0, teknologi bukan sekadar alat bantu, tetapi menjadi mitra manusia dalam menciptakan solusi pemasaran yang lebih adaptif.
“Society 5.0 menuntut kolaborasi manusia dan teknologi. Teknologi memperkuat kemampuan manusia dalam mengambil keputusan,” jelasnya.
Ia mencontohkan industri otomotif yang kini mulai menghadirkan pengalaman digital yang lebih personal bagi pelanggan. Selain itu, isu keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan juga dinilai semakin menjadi perhatian konsumen.
“Konsumen semakin peduli pada etika perusahaan dan dampak sosial produk. Strategi pemasaran harus transparan dan berorientasi pada keberlanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Alfian Husin sekaligus Dosen Program Studi Manajemen IIB Darmajaya, Ary Meizari, S.E., M.M., mengatakan bahwa manajemen pemasaran di era Society 5.0 merupakan perpaduan antara pemanfaatan data, teknologi, dan nilai kemanusiaan.
“Perusahaan yang mampu menggabungkan ketiga aspek tersebut akan memenangkan hati konsumen,” ujarnya.
Ary menilai pemasaran digital kini telah menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan dalam menjangkau pasar.
“Digital marketing bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Media sosial, website, dan e-commerce menjadi kanal utama untuk menjangkau konsumen,” katanya.
Menurutnya, pemasaran digital juga memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah sehingga perusahaan dapat memperoleh umpan balik secara langsung dari konsumen.
“Feedback secara real-time menjadi aset yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas produk maupun layanan. Hal ini menjadi keunggulan dibandingkan pemasaran tradisional yang cenderung satu arah,” jelasnya.
Penulis lainnya, Ayu Firdhayanti, S.Kom., M.T.I., Dosen Program Studi Sistem Informasi IIB Darmajaya, menyoroti pentingnya strategi omnichannel dalam menghadapi perkembangan dunia pemasaran.
“Dengan mengintegrasikan saluran pemasaran tradisional dan digital, perusahaan dapat membangun ekosistem pemasaran yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ayu juga menjelaskan bahwa teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), dan Virtual Reality (VR) diproyeksikan menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran masa depan.
“AI memungkinkan segmentasi pasar yang lebih cerdas, sedangkan AR dan VR mampu menghadirkan pengalaman interaktif yang meningkatkan kepuasan pelanggan,” katanya.
Buku Manajemen Pemasaran Era Society 5.0 diterbitkan oleh Pusaka Media dengan ISBN resmi dan terdiri atas 228 halaman yang terbagi dalam 14 bab.
Melalui buku tersebut, para penulis mengulas bagaimana teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan Big Data dapat menjadi mitra manusia dalam membangun strategi pemasaran yang berorientasi pada nilai, inovasi, dan kesejahteraan sosial.
Selain menyajikan konsep teoritis, buku ini juga dilengkapi berbagai studi kasus dan analisis yang dapat menjadi referensi bagi akademisi, praktisi, maupun mahasiswa program sarjana dan pascasarjana dalam memahami perkembangan manajemen pemasaran di era Society 5.0.***


















