Pangdam XXI/Radin Inten: Pentas Seni Budaya Perkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI- Pentas seni dan budaya dinilai menjadi medium strategis untuk merawat kebhinekaan sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui pendekatan kebudayaan, nilai-nilai kebersamaan dapat ditanamkan secara inklusif kepada masyarakat lintas generasi. Hal tersebut ditegaskan Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, saat menghadiri pentas seni dan budaya yang digelar Kodam XXI/Radin Inten di Lapangan Saburai, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Sabtu malam, 10 Januari 2026.

Pentas Budaya Jadi Ruang Perekat Kebhinekaan

Kegiatan pentas seni dan budaya Kodam XXI/Radin Inten ini dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung, unsur TNI-Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga ribuan warga yang memadati lokasi acara.

banner 336x280

Pentas seni tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Juang TNI Angkatan Darat Tahun 2025 sekaligus doa bersama menyambut awal Tahun 2026. Nuansa kebudayaan lokal Lampung dipadukan dengan pesan kebangsaan, menjadikan acara ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga ruang refleksi bersama.

“Pentas seni dan budaya merupakan wujud nyata dalam menjaga serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui budaya, kita bisa menyatukan perbedaan dan memperkuat identitas kebangsaan,” ujar Mayjen TNI Kristomei Sianturi dalam sambutannya.

Doa Bersama Sambut Tahun 2026

Menurut Pangdam, kegiatan doa bersama menjadi bagian penting dalam rangkaian acara. Doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk refleksi atas perjalanan bangsa sekaligus harapan agar Indonesia, khususnya Provinsi Lampung, senantiasa diberikan perlindungan dan dijauhkan dari berbagai bencana maupun konflik sosial.

“Melalui kegiatan ini, kita memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar bangsa Indonesia, khususnya Provinsi Lampung, selalu dalam keadaan aman, damai, dan sejahtera,” kata Kristomei, yang merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1997.

Ia menambahkan, budaya daerah merupakan identitas sekaligus kekuatan sosial yang mampu merekatkan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Ketika budaya dirawat bersama, maka solidaritas sosial akan tumbuh secara alami.

Solidaritas Kemanusiaan untuk Korban Bencana

Selain sarat nilai kebangsaan, acara ini juga mengusung semangat kemanusiaan. Panitia membuka penggalangan dana bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Pengumpulan donasi dilakukan secara terbuka dengan memanfaatkan sistem pembayaran digital melalui QRIS yang disediakan di area acara.

Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir. Banyak pengunjung secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada sesama.

Ragam Pertunjukan Seni Tradisional

Pentas seni dan budaya Kodam XXI/Radin Inten menampilkan beragam pertunjukan yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara, khususnya Lampung dan Jawa. Beberapa penampilan yang disuguhkan antara lain musik campursari, Tari Sigeh Pengunten sebagai tarian penyambutan khas Lampung, Tari Prajurit, hingga pagelaran wayang kulit.

Pagelaran wayang kulit mengangkat lakon Bimo Krido, yang sarat pesan moral tentang keteguhan, keberanian, dan pengabdian. Pertunjukan ini dibawakan oleh dalang Ki Sigit Mursito Endrat, dalang cilik Ki Nareswara Praba, serta Ki Ir Harjanto.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam XXI/Radin Inten juga menyerahkan tokoh wayang kepada para dalang sebagai simbol komitmen TNI dalam mendukung pelestarian seni dan budaya tradisional.

Kodam XXI/Radin Inten Perkenalkan Diri ke Masyarakat

Kegiatan ini sekaligus menjadi momen perkenalan perdana Kodam XXI/Radin Inten kepada masyarakat Lampung. Kehadiran Kodam XXI/Radin Inten menandai kesiapan satuan dalam menjalankan tugas pertahanan negara sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam mengumumkan pembukaan rekrutmen calon prajurit TNI Angkatan Darat untuk jalur Bintara dan Tamtama yang akan berlangsung pada periode Januari hingga Februari 2026. Informasi ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan sekaligus ajakan kepada generasi muda untuk berkontribusi dalam menjaga kedaulatan negara.

Gubernur Lampung Apresiasi Pendekatan Budaya

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi inisiatif Kodam XXI/Radin Inten yang mengemas peringatan Hari Juang TNI AD melalui pendekatan seni dan budaya lokal. Menurutnya, pendekatan tersebut efektif dalam mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Pentas seni dan budaya ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah pengingat bahwa persatuan dan kebersamaan harus menjadi fondasi utama dalam setiap langkah pembangunan,” ujar Mirza.

Ia menambahkan, Lampung merupakan daerah majemuk dengan latar belakang suku, adat, dan budaya yang beragam. Keberagaman tersebut, kata Mirza, akan menjadi kekuatan besar jika dirawat dan dijaga secara kolektif.

Memasuki Tahun 2026, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghadapi tantangan pembangunan secara kolaboratif, mulai dari persoalan lingkungan, ekonomi, hingga penguatan sumber daya manusia.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya menyampaikan apresiasi kepada Kodam XXI/Radin Inten atas dedikasi dan peran aktifnya dalam menjaga keamanan serta kebersamaan di Bumi Ruwa Jurai,” pungkasnya.***

banner 336x280