Rakorda Baznas Lampung 2025: Gubernur Mirzani Resmi Luncurkan Gerakan Sadar Zakat, Bukti Komitmen Besarkan Ekosistem Zakat di Lampung

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI— Pemerintah Provinsi Lampung kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem zakat yang kuat dan berdaya guna. Hal itu ditegaskan dalam pembukaan Rakorda Baznas Lampung 2025 oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, yang sekaligus meluncurkan Gerakan Sadar Zakat di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Kamis (4/12/2025).

Agenda ini menjadi momentum strategis bagi Lampung untuk memperkuat tata kelola zakat sekaligus memperluas jangkauan layanan Baznas kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan tema besar Menguatkan Baznas dalam Mewujudkan Lampung Maju, Rakorda tahun ini memadukan konsolidasi organisasi, peluncuran program, hingga evaluasi kinerja lembaga zakat di seluruh kabupaten/kota.

banner 336x280

Rakorda mempertemukan unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota, perwakilan Baznas RI, serta semua unsur Baznas kabupaten/kota di Lampung. Forum ini disusun sebagai bentuk keseriusan untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di daerah melalui instrumen zakat, infak, dan sedekah.

Baznas RI turut menyerahkan berbagai program bantuan strategis untuk memperkuat gerakan zakat di Lampung. Bantuan itu mencakup Lumbung Pangan, Balai Ternak, Z-Auto, Rumah Layak Huni, program UMKM untuk pemberdayaan ekonomi, Microfinance Masjid, pembentukan UPZ Desa 100%, serta dukungan percepatan penurunan stunting. Setiap program dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, mulai dari ketahanan pangan, perbaikan kualitas hidup, hingga peningkatan pendapatan keluarga.

Pemerintah Provinsi Lampung juga menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Sumatera, melalui Baznas RI, sebagai bentuk komitmen pemprov dalam mendukung respon kemanusiaan lintas wilayah.

Rakorda tahun ini juga diwarnai dengan penandatanganan prasasti Rumah Sehat Baznas di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Tengah. Rumah Sehat ini merupakan fasilitas layanan kesehatan berbasis dana zakat yang disiapkan untuk masyarakat kurang mampu. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bukti konkret bahwa zakat tidak hanya hadir sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga memperkuat layanan publik dan kesehatan masyarakat.

Sejumlah kepala daerah yang dinilai aktif mendukung gerakan zakat juga menerima penghargaan dari Baznas Lampung. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu agar semakin banyak daerah memperkuat gerakan zakat secara sistematis dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan dipercaya masyarakat. Menurutnya, zakat adalah instrumen vital dalam menekan angka kemiskinan dan harus dikelola dengan tata kelola yang baik.

“Yang paling penting adalah rasa percaya masyarakat. Baznas harus mampu menunjukkan bahwa setiap rupiah ZIS dikelola secara akurat, transparan, dan tepat sasaran,” tegas Mirzani.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa dan kelurahan. Dengan semakin banyak UPZ, jangkauan pelayanan Baznas akan semakin dekat dengan masyarakat, mempercepat pengumpulan zakat sekaligus memudahkan penyaluran bantuan.

“Saya ingin ketika ada warga yang kesulitan, yang langsung teringat adalah Baznas. Itu tanda bahwa Baznas benar-benar hadir di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Kepala Bidang Teknologi dan Informasi Baznas RI, Nadratuzzaman Hosen, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran Gerakan Sadar Zakat di Lampung. Ia menilai langkah ini menjadi pondasi penting untuk memperluas jangkauan zakat dan meningkatkan kualitas layanan bagi keluarga yang membutuhkan.

“Cita-cita mengentaskan kemiskinan hanya bisa tercapai jika Baznas dan pemerintah daerah bersinergi dengan kuat,” ujarnya.

Ketua Baznas Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa bantuan dari Baznas RI menjadi energi baru bagi Baznas Lampung untuk semakin agresif mengoptimalkan potensi zakat daerah. Ia menekankan pentingnya perencanaan program yang tepat guna agar dampak zakat benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami terus memperkuat branding agar Baznas menjadi lembaga yang amanah, profesional, dan benar-benar bermanfaat bagi umat,” katanya.

Rakorda Baznas Lampung 2025 tidak hanya mengukuhkan agenda sinergi antarinstansi, tetapi juga menghidupkan kembali semangat menjadikan zakat sebagai motor ekonomi umat. Dengan kerja sama yang semakin solid antara Baznas RI, Baznas Lampung, dan Pemerintah Provinsi Lampung, gerakan zakat ke depan ditargetkan mampu memperluas jangkauan penerima manfaat, mengurangi beban masyarakat kurang mampu, serta menjadi bagian penting dari pembangunan Lampung yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.***

banner 336x280