Analisa Politik
PORTAL ASPIRASI- Presiden ke-7 Republik Indonesia yang kini telah menjadi rakyat biasa sebagai warga Solo masih menjadi pemenang dalam urusan pengaruh citra politik, dan tidak terkecuali bagi sang anak yang kini mendampingi Presiden Prabowo Subianto sebagai wakilnya.
Di tengah heboh rentetan gelombang demo mahasiswa yang mengarah reformasi 98 jilid 2, Jokowi bukan saja terus menjalankan tour ke beberapa provinsi untuk PSI dan kembali merakyat meski semua tahu itu tak mutlak sebagai ketulusan berbincang dengan warga yang membutuhkan, melainkan mencoba menyentuh kembali relung masyarakat yang mulai goyah atas huru-hara program Gerindra dan Prabowo Subianto.
Selain itu, di saat Prabowo dan Purbaya serta Menteri pusing tujuh keliling mengurai benang kusut ekonomi nasional atas eskalasi politik global serta permainan mafia pengendali situasional Republik, Jokowi dengan ciri khasnya: topi putih dan kemeja putih bercelana hitam tampak menyaksikan sejumlah pertandingan sepak bola tanah air dan di situ mendapat simpati warga serta para pewarta.
Putra Mahkotanya pun, di tengah sulitnya mendapat kesempatan untuk turut mengatur tertib lalu lintas kebijakan yang mempengaruhi keamanan dalam negeri, ternyata tetap mampu melangkah sederhana untuk menunjukan kehadirannya di tengah masyarakat yang minim perhatian.
Seperti kehadirannya ke Ende, tepat. Ia datang ke sekolah yang kebetulan lampunya mati dan langsung memerintahkan stafnya untuk mengganti agar proses belejar di bawah terang bonus demografi.
Kemudian di tengah carut marut gelombang protes mahasiswa yang meminta penghentian program MBG dan Koperasi Merah Putih, sang wakil presiden yang sulit menembus protokol istana untuk bisa tampil lebih dari Seskab Teddy– ternyata memiliki ilmu politik yang enggak rumit tapi tergolong akrobatik sehingga menjadi perhatian lensa pemburu berita.
Dengan mahasiswa yang mungkin bukan dari kelompok BEM atau DEMA, ia datang ke Papua– bercengkrama dengan para warga yang membutuhkan perhatian langsung meski sebatas salaman, foto dan berbagi buku.
Kemenangan terakhir Jokowi sebagai orang yang masih berpengaruh meski rezim berganti ialah, Polda Metro Jaya menangkap Roy Suryo dan dr. Tifa menjelang hari ulang tahun Joko Widodo pada 21 Juni 2026 lalu.***
