SMK Tuma’ninah Yasin Metro Gabungkan Skill Kuliner, Karakter, dan Pendidikan Keagamaan

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI- SMK Tuma’ninah Yasin Metro terus memperkuat pendidikan vokasi dengan memadukan keterampilan kerja, pengalaman industri, pembentukan karakter, dan pendidikan keagamaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menyiapkan lulusan yang produktif, berdaya saing, dan mampu beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja.

Kepala SMK Tuma’ninah Yasin Metro, Dewi Kusuma Dekasari, M.Pd., mengatakan pengembangan pendidikan di sekolah diarahkan tidak hanya pada penguasaan kompetensi kejuruan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia profesional.

banner 336x280

SMK Tuma’ninah Yasin Metro memiliki Program Keahlian Tata Boga dengan Kompetensi Keahlian Kuliner. Sekolah yang berlokasi di Jalan Pala No. 51–15 Kauman, Metro Pusat, Kota Metro, Lampung, tersebut menetapkan visi menjadi sekolah kejuruan yang bermutu, berprestasi, dan mampu bersaing di era globalisasi.

Orientasi tersebut diwujudkan melalui misi menyiapkan lulusan yang siap kerja dan produktif dengan landasan iman, takwa, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Sekolah juga menekankan proses pembelajaran yang profesional dan inovatif serta penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah Teaching Factory, yakni pembelajaran yang membawa siswa mendekati situasi kerja nyata. Melalui kegiatan pengimbasan Teaching Factory bersama SMK Muhammadiyah Tumijajar pada 2024, siswa SMK Tuma’ninah Yasin Metro terlibat dalam produksi BONAYA atau Bolen Tuma’ninah Yasin.

Para siswa mengikuti proses produksi sejak persiapan bahan, pengolahan, hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan. Pembelajaran tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, kerja sama, dan jiwa kewirausahaan.

Pengalaman di dunia industri juga diperoleh siswa melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL). Setiap tahun, siswa kelas XI menjalani PKL selama kurang lebih enam bulan, mulai Agustus hingga Januari tahun berikutnya.

Sejumlah lokasi menjadi tempat siswa menjalani pengalaman kerja, di antaranya SKAYE Hotel Bukit Randu, Hotel Horison Bandar Lampung, dan Restoran Pondok 21 Metro. Melalui program tersebut, siswa memperoleh kesempatan menerapkan kompetensi yang dipelajari di sekolah sekaligus mengenal budaya kerja secara langsung.

Menurut Dewi, pengalaman tersebut penting karena pendidikan kejuruan tidak cukup hanya memberikan teori. Peserta didik perlu mendapatkan pengalaman praktik agar lebih siap ketika memasuki lingkungan kerja yang sesungguhnya.

Selain kompetensi teknis, SMK Tuma’ninah Yasin Metro memberikan perhatian terhadap etika dan tata krama melalui kegiatan Table Manner. Program yang dilaksanakan setiap dua tahun tersebut diikuti seluruh siswa.

Dalam kegiatan itu, siswa mempelajari tata cara makan dalam jamuan formal, penggunaan peralatan makan, etika di meja makan, serta sikap dan sopan santun. Pembelajaran tersebut diarahkan untuk membangun kepercayaan diri dan kesiapan siswa menghadapi lingkungan kehidupan maupun dunia kerja.

Penguatan karakter juga dilakukan melalui program Tahfidz Al-Qur’an. Para siswa secara rutin menyetorkan hafalan, mengulang hafalan, serta mendapatkan bimbingan untuk memperbaiki bacaan dan tajwid.

Program tersebut ditujukan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.

Di luar pembelajaran utama, sekolah menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Paskibra, bela diri Pagar Nusa, tari tradisional, komputer, Pramuka, dan garnish. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan lain yang berguna bagi masa depan.

Upaya pengembangan potensi siswa juga tercermin dalam capaian kompetisi. Pada 2024, siswa SMK Tuma’ninah Yasin Metro meraih juara ketiga lomba puisi tingkat Kota Metro, juara kedua lomba masak tingkat Kota Metro, serta juara kedua lomba Pramuka dan kemah se-Kota Metro. Sekolah juga mencatat juara kedua lomba masak tingkat SMK se-Kota Metro pada tahun yang sama.

Bagi Dewi Kusuma Dekasari, pengembangan pendidikan vokasi pada akhirnya harus bermuara pada kesiapan siswa menghadapi kehidupan setelah sekolah. Kompetensi kejuruan, pengalaman industri, kreativitas, prestasi, etika, serta karakter menjadi unsur yang saling melengkapi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan daya saing.

Dengan fokus pada bidang kuliner dan penguatan pengalaman praktik, SMK Tuma’ninah Yasin Metro berupaya menjadikan pendidikan kejuruan sebagai jalur strategis untuk mempersiapkan generasi muda memasuki dunia kerja sekaligus membuka peluang menjadi pelaku usaha di bidang yang mereka kuasai.***

banner 336x280