PORTAL ASPIRASI– Memasuki satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, organisasi relawan Gema Puan menyoroti capaian dan tantangan pemerintahan yang masih harus diperbaiki. Menurut Ketua Umum Gema Puan, Ridwan 98, sementara 90% masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Presiden, masih terdapat 10% kegagalan yang membutuhkan evaluasi serius dan langkah tegas.
“Sebagai relawan yang berkomitmen pada kemajuan bangsa, kami melihat tiga isu utama yang harus segera ditindaklanjuti agar pemerintahan lebih bersih, efektif, dan kredibel,” ujar Ridwan 98.
1. Peristiwa Agustus Kelam: Misteri yang Belum Terungkap
Gema Puan menyoroti peristiwa Agustus Kelam, yang menurut organisasi ini terjadi secara terencana. “By design,” kata Ridwan, menunjukkan adanya dugaan keterlibatan aktor intelektual. Namun, hingga kini identitas pelaku utama belum terungkap, dan tindakan hukum terhadap mereka belum dilakukan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran publik terkait penegakan hukum dan transparansi pemerintah.
Ridwan menekankan pentingnya investigasi menyeluruh. “Presiden Prabowo harus berani menindak siapa pun yang terbukti bersalah, tanpa pandang bulu. Jangan sampai ketidakjelasan ini merusak kepercayaan masyarakat.”
2. Program MBG (Makan Bergizi Gratis) di Tengah Sorotan
Program unggulan pemerintahan, MBG, yang bertujuan memberikan asupan bergizi kepada ribuan siswa, justru memunculkan kontroversi. Insiden keracunan massal terjadi di beberapa daerah, menimbulkan kecemasan masyarakat terhadap keselamatan anak-anak.
“Ini bukan sekadar kegagalan teknis, tapi juga kegagalan pengawasan. Siapa yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan yang aman? Yayasan dan pengelola harus dievaluasi dan, bila perlu, ditindak secara hukum,” jelas Ridwan. Ia menekankan bahwa program sosial yang berdampak luas harus memiliki sistem pengawasan yang ketat, termasuk audit rutin dan mekanisme pertanggungjawaban jelas.
3. Evaluasi Mendalam Terhadap Pembantu Presiden
Gema Puan juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pembantu Presiden, mulai dari menteri, wakil menteri, pimpinan badan negara, hingga komisaris yang ditempatkan dalam lingkup pemerintahan. Ridwan menegaskan, loyalitas pejabat harus kepada Presiden, bukan menjadi “titipan” pihak lain.
“Tidak ada orang yang bisa loyal kepada dua tuan. Pembantu Presiden harus profesional, setia, dan berorientasi pada kepentingan bangsa, bukan kepentingan kelompok atau pihak eksternal,” ujarnya. Hal ini dianggap penting agar pemerintahan berjalan efektif, integritas terjaga, dan keputusan strategis dapat diambil tanpa intervensi politik yang merugikan publik.
Tanggung Jawab Moral Relawan
Ridwan menekankan bahwa kritik yang disampaikan Gema Puan bukanlah bentuk permusuhan, melainkan tanggung jawab moral sebagai relawan yang mendukung pemerintahan.
“Kami tidak ingin hanya menjadi penjilat yang membuat APS — Asal Prabowo Senang. Kritik yang membangun adalah bentuk loyalitas sejati kepada Presiden dan bangsa,” katanya. Ridwan menambahkan bahwa Presiden Prabowo dikenal menghargai kritik yang konstruktif, karena hal itu membantu perbaikan kebijakan dan pencapaian target pembangunan nasional.
Gema Puan menegaskan bahwa evaluasi terhadap 10% kegagalan ini harus menjadi perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Dengan tindakan tegas terhadap peristiwa Agustus Kelam, perbaikan program MBG, dan evaluasi menyeluruh terhadap pembantu Presiden, Gema Puan percaya pemerintahan akan semakin transparan, bertanggung jawab, dan dipercaya publik. Kritik yang disampaikan merupakan wujud komitmen relawan terhadap pembangunan bangsa, bukan sekadar serangan politik.***



















