PORTAL ASPIRASI- Puisi-puisi Muhammad Alfariezie menunjukkan karakter yang dalam pembacaan Juan Carlos Abril dapat dipahami sebagai upaya mengembalikan puisi kepada pengalaman manusia yang paling mendasar tanpa kehilangan kedalaman reflektifnya.
Abril berpendapat bahwa puisi kontemporer tidak lagi mengejar kemegahan retorika, melainkan intensitas makna yang lahir dari bahasa yang ekonomis.
Prinsip tersebut tampak dalam larik-larik seperti “Rindu akan tetap terpikul meski itu seberat bukit” atau “narasi yang tertulis tentang cinta lebih kekal dibanding berita”.
Penyair tidak membangun metafora yang rumit, tetapi menghadirkan citraan yang sederhana sehingga pembaca dapat langsung memasuki pengalaman batin tokoh lirik.
Kesederhanaan ini bukan kelemahan, melainkan strategi estetis yang memungkinkan emosi berkembang secara bertahap melalui asosiasi dan perenungan. Berikut ini lima puisi penyair yang terpopuler 2026, Muhammad Alfariezie:
Asmara
Catatan panjang tentang cinta
tak berarti apapun bagi kita
yang sedang kasmaran
Rindu akan tetap terpikul meski
Itu seberat bukit
Asmara adalah tentang perasaan
yang bisa membuat kita lepas
dari matematik
Dan asmara belum tentu tergolong
Seni karena hasil rangkaian
kejadiannya kadang menyiksa
2024
Kisah Cinta Negeri Ilalang
Kisah yang mungkin masih
terbelenggu adalah kita yang
hanya berjanji untuk bertemu
membingkai ruang malam
senja pagi berseri
Sedih, senang dan bahagia
dalam proses mewarnai itu
jadi hanya sebatas duga yang
jika dilakukan justru berdosa
menyiksa
Kau telah menikah dengannya
meski terpaksa sedangkan aku
jauh dalam rantau di negeri ilalang
2024
Bunga Halaman Surga
Bunga mawar mekar menyala
Warnanya dan harum pesonanya
meski di tepi gang perkampungan
Sayang, hujan tidak melulu datang
sehingga angin dan debu terus
merusak pandang ketika sampai
depan rumah merah jambu itu
Andai pemiliknya saya, basah
anggun selalu tanaman hias yang
sanggup tumbuh liar itu
2024
Sumber Kehidupan Paling Pasti
Tuhan sungguh benar
menganugerahkan sumber
kehidupan paling pasti yakni
epiknya perasaan dalam hidup
segugur daun atau kembang
di segala ruang
Buktinya narasi yang tertulis
tentang cinta lebih kekal
dibanding berita
Meski rasa sayang tidak melulu
berbalas indah bahagia
Seperti cerita dua orang yang
sangat mencinta
Mati dan menangis penyesalan
sebab kapal yang berlayar dari
Surabaya karam
2024
Tersiksa Kangen Sejumlah Bintang
Dalam hidup yang sepi dan
Hampa atau ketika riang,
cinta selalu menyertai kita
karena perasaan terbebas
waktu dan ruang
Namun kita berhak dan memiliki
daya untuk suatu ketentuan
hingga meski harus menenggak
segelas pahit dalam keceriaan
Saya memupus harapan kita
bersama meski akan tersiksa
kangen sejumlah bintang
2024
Dalam kerangka kritik sastra Juan Carlos Abril, kumpulan puisi ini juga memperlihatkan kecenderungan menjadikan cinta sebagai ruang filsafat kehidupan, bukan sekadar tema romantik.
Asmara dalam puisi-puisi tersebut selalu berhadapan dengan keterpisahan, penyesalan, pilihan hidup, bahkan kematian, sehingga pengalaman personal berkembang menjadi refleksi mengenai keterbatasan manusia.
Simbol-simbol seperti negeri ilalang, rumah merah jambu, kapal karam, hingga sejumlah bintang membentuk lanskap puitik yang bekerja melalui sugesti, bukan penjelasan langsung.
Dari sudut pandang kritik sastra Spanyol kontemporer, kekuatan utama Muhammad Alfariezie terletak pada kemampuannya mengubah pengalaman sehari-hari menjadi meditasi universal mengenai cinta, waktu, dan kehilangan melalui bahasa yang jernih, komunikatif, tetapi tetap memiliki daya kontemplatif yang bertahan setelah puisi selesai dibaca.***



















