Pemprov Lampung Siap Cetak Sejarah dengan Penulisan Mushaf Al-Qur’an Bernuansa Budaya Lampung

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI – Pemerintah Provinsi Lampung resmi mendukung Perkumpulan Kaligrafer Lampung Indonesia Perkazi dalam merealisasikan penulisan Mushaf Al-Qur’an bernuansa budaya Lampung yang diberi tajuk Mushaf Lampung – Sang Bumi Ruwa Jurai. Dukungan ini disampaikan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat menerima kunjungan silaturahmi Perkazi bersama Plt. Kanwil Kementerian Agama Lampung dan pihak UIN Raden Intan Lampung di Ruang Kerja Sekdaprov pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Marindo Kurniawan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan memberikan dukungan penuh agar penulisan Mushaf Lampung ini dapat terlaksana dengan maksimal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kaligrafer dan budayawan untuk memastikan bahwa mushaf ini benar-benar merepresentasikan identitas budaya Lampung secara autentik. “Kami bangga dengan desain yang diajukan. Kami juga mengajak para budayawan untuk menjadi penuntun agar mushaf ini benar-benar mencerminkan filosofi Sang Bumi Ruwa Jurai, simbol persatuan adat Pepadun dan Saibatin,” ujarnya.

banner 336x280

Program penulisan Mushaf Lampung akan melibatkan seluruh kaligrafer dari berbagai kabupaten dan kota di Lampung. Setiap dua juz dari mushaf ini akan memuat ilustrasi dan ornamen yang merepresentasikan kebudayaan khas daerah masing-masing, sehingga keseluruhan mushaf menjadi perpaduan unik antara nilai-nilai Islam dan kekayaan budaya Lampung. Iluminasi mushaf akan dihiasi motif-motif tradisional seperti siger, pucuk rebung, perahu, pohon hayat, serta tapis, yang semuanya memuat filosofi dan identitas budaya Lampung.

Selain melestarikan seni kaligrafi Islam bernuansa lokal, program ini juga bertujuan membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat, meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap kalam ilahi, dan memperkuat jati diri Lampung sebagai daerah yang religius dan berbudaya. Mushaf Lampung diharapkan menjadi karya monumental yang dapat digunakan sebagai rujukan pendidikan di masjid, sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi.

Ketua Perkazi Lampung Zuhdan Naufali menjelaskan bahwa mushaf ini tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hidup, tetapi juga sebagai media syiar Islam yang berpadu dengan budaya lokal. “Ini adalah warisan budaya dan keagamaan yang luar biasa. Melalui karya ini, kita membangun peradaban Islam yang tetap berakar pada budaya daerah,” ujarnya.

Tokoh budayawan Lampung Anshori Djausal menambahkan bahwa Mushaf Lampung tidak hanya akan memperkuat identitas budaya daerah, tetapi juga membuka peluang wisata religi baru. Ia menekankan bahwa jika Menara Siger menjadi ikon kebanggaan Lampung, maka Mushaf Lampung bisa menjadi ikon spiritual sekaligus destinasi wisata religi yang mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan budaya Lampung.

Sejarah mencatat bahwa Islam telah menjadi bagian integral dari masyarakat Lampung sejak abad ke-15, dan mushaf tertua yang masih tersimpan di Museum Lampung berasal dari abad ke-18. Penulisan Mushaf Lampung saat ini dipandang sebagai kelanjutan dari tradisi panjang masyarakat Lampung dalam menjaga Al-Qur’an sekaligus memperkaya khazanah budaya Islam Nusantara.

Hasil penulisan mushaf ini rencananya akan menjadi koleksi berharga di Museum Lampung dan juga dicetak massal dalam berbagai format, termasuk versi standar, versi terjemahan dalam bahasa Lampung, hingga versi digital yang dapat diakses lebih luas oleh masyarakat. Langkah ini diharapkan memudahkan publik dalam mempelajari Al-Qur’an sekaligus mengenal kekayaan budaya Lampung.

Kunjungan Perkazi tersebut turut dihadiri oleh tokoh budayawan Lampung Anshori Djausal, Prof Arsyad Sobby K., Plt. Kanwil Kemenag Lampung Erwinto, Ketua Perkazi Lampung Zuhdan Naufali, serta A Mukhozin dan A Moeloek. Sekdaprov didampingi oleh Kepala Biro Kesra Pemprov Lampung Yuri Agustina Primasari. Pertemuan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, kaligrafer, dan budayawan dalam melestarikan nilai-nilai keagamaan dan budaya Lampung melalui karya monumental.***

banner 336x280