Prabowo Resmikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, Golkar Lampung Sebut Bentuk Pengakuan Negara atas Jasa Besar Sang Arsitek Pembangunan

banner 468x60

PORTAL ASPIRASI– Momen bersejarah terjadi di Istana Negara, Senin (10/11/2025), ketika Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto. Penganugerahan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Langkah ini menjadi sorotan publik karena mengukuhkan peran Soeharto sebagai tokoh sentral dalam sejarah pembangunan Indonesia modern.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Hanan A. Rozak, menyambut keputusan tersebut dengan penuh rasa bangga dan haru. Menurutnya, penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional bukan hanya penghargaan atas kiprah pribadi, melainkan juga pengakuan terhadap kontribusi besar Partai Golkar yang turut mengiringi perjalanan panjang pembangunan bangsa di era Orde Baru.

banner 336x280

“Golkar memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan kepemimpinan Pak Harto. Pengakuan ini adalah kebanggaan bagi keluarga besar Partai Golkar, karena negara akhirnya memberikan penghormatan atas jasa besar beliau terhadap pembangunan bangsa,” ujar Hanan Rozak saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Hanan yang juga anggota Komisi di DPR RI itu menilai, meskipun Soeharto memiliki kekurangan seperti halnya manusia lain, namun warisan pembangunan dan kebijakannya masih dirasakan hingga kini. Menurutnya, Soeharto adalah sosok arsitek pembangunan nasional yang berhasil meletakkan pondasi ekonomi kuat dan menciptakan stabilitas politik yang menjadi modal utama kemajuan Indonesia.

“Pak Harto bukan hanya pemimpin, tapi perancang arah pembangunan bangsa. Ia berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada pangan, membangun infrastruktur besar-besaran, dan memperluas pemerataan ekonomi hingga ke pelosok daerah. Itu semua warisan yang nyata,” tegas Hanan.

Lebih lanjut, Hanan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atas terbitnya Keppres tersebut. Menurutnya, keputusan itu menunjukkan keberanian dan ketegasan pemerintah dalam menilai sejarah secara objektif dan adil. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo. Ini bukan sekadar gelar, tapi bentuk penghormatan negara terhadap jasa dan pengabdian Soeharto dalam menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.

Hanan juga menyoroti kiprah Soeharto pada masa revolusi dan perannya dalam menumpas Gerakan 30 September (G30S) PKI tahun 1965. Dalam pandangannya, tindakan Soeharto kala itu menjadi titik balik penting bagi penyelamatan bangsa dari ancaman ideologi komunis. “Peran Pak Harto dalam menjaga keutuhan NKRI tidak bisa dihapus dari catatan sejarah. Refleksi perjuangannya harus menjadi inspirasi bagi generasi muda dan kader Golkar,” tegasnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai keteladanan Soeharto tetap hidup dalam semangat kader Partai Golkar. Kesederhanaan, kedisiplinan, serta orientasi pada hasil nyata merupakan prinsip yang diwariskan dan terus dijaga oleh para penerusnya. “Atas nama keluarga besar Partai Golkar Lampung, kami mengajak seluruh kader untuk meneladani keteguhan dan dedikasi beliau,” kata Hanan menutup pernyataannya.

Selain Soeharto, ada sembilan tokoh lainnya yang turut dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Mereka adalah tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar di berbagai bidang perjuangan, mulai dari politik, sosial, pendidikan, hingga diplomasi. Berikut daftar lengkap penerimanya:

1. Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Jawa Timur) – Bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam
2. Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto (Jawa Tengah) – Bidang perjuangan bersenjata dan politik
3. Almarhumah Marsinah (Jawa Timur) – Bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan
4. Almarhum Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat) – Bidang perjuangan hukum dan politik
5. Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Sumatera Barat) – Bidang perjuangan pendidikan Islam
6. Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah) – Bidang perjuangan bersenjata
7. Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat) – Bidang perjuangan pendidikan dan diplomasi
8. Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur) – Bidang perjuangan pendidikan Islam
9. Almarhum Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara) – Bidang perjuangan bersenjata
10. Almarhum Zainal Abidin Syah (Maluku Utara) – Bidang perjuangan politik dan diplomasi

Proses seleksi ke-10 tokoh ini dilakukan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) RI dari total 49 nama yang diajukan. Setelah melalui kajian mendalam dan pertimbangan historis, nama-nama tersebut kemudian disetujui oleh Presiden Prabowo sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara kepada putra-putri terbaik bangsa.

Penganugerahan gelar pahlawan ini dinilai sebagai langkah berani dan bersejarah dalam perjalanan bangsa. Tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa setiap masa memiliki pahlawannya masing-masing—dan Soeharto, dengan segala kontroversinya, tetaplah bagian penting dari narasi besar sejarah Indonesia.***

banner 336x280