PORTAL ASPIRASI- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP PGRI Bandarlampung menggelar pagelaran budaya berupa pentas Wayang Lampung di kediaman Anton Subagiyo, S.H., Pekon Mataram, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (25/7/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya daerah sekaligus memperkenalkan seni tradisional kepada masyarakat melalui keterlibatan langsung mahasiswa sebagai generasi muda.
Anton Subagiyo yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Pringsewu sekaligus pecinta budaya menyambut baik penyelenggaraan pagelaran Wayang Lampung di Kabupaten Pringsewu. Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai penting dalam menjaga kelestarian warisan budaya Lampung agar tetap dikenal oleh generasi penerus.
Pagelaran budaya tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan STKIP PGRI Bandarlampung Dr. Wayan Satria Jaya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu Dr. Supriyanto, Perwira Penghubung (Pabung) TNI AD Kodim 0424/Tanggamus Mayor Inf. P. Agus Supriadi, Danramil 424-07/Gadingrejo Kapten Inf. Redi Kurniawan, Kapolsek Gadingrejo IPTU Sugiyanto, Camat Gadingrejo Eko Purwanto, serta sekitar 500 masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Mengusung tema “Warisan Budaya Bangsa Melalui Cipta Seni Sebagai Perekat Keberagaman”, pagelaran menampilkan lakon “Purnama Kandas Dirumpun Bambu” yang mengangkat kisah perjuangan KH. Holib sebagai salah satu tokoh pejuang asal Pringsewu.
Penampilan Wayang Lampung semakin menarik dengan kehadiran dua dalang, yakni Ki Dalang Bayu Setiawan sebagai dalang Wayang Purwa dan Ki Dalang Ichat Tanya yang merupakan mahasiswa semester VI STKIP PGRI Bandarlampung.
Sebelum pertunjukan wayang dimulai, para mahasiswa PGSD semester IV dan semester VI terlebih dahulu menampilkan sejumlah tarian tradisional Lampung, di antaranya Tari Singeh Pengunten, Tari Melinting, dan Tari Bedana yang berhasil memukau para tamu undangan dan masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu Dr. Supriyanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pagelaran budaya menjadi sarana penting dalam melestarikan budaya daerah sekaligus membentuk karakter generasi muda, khususnya calon pendidik yang nantinya memiliki peran dalam mengenalkan budaya kepada peserta didik.
Sementara itu, Ketua Yayasan STKIP PGRI Bandarlampung Dr. Wayan Satria Jaya mengucapkan terima kasih kepada Anton Subagiyo yang telah menyediakan tempat sekaligus memfasilitasi mahasiswa PGSD untuk menampilkan karya budaya daerah.
“Saya berharap pagelaran budaya seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi dapat terus dilaksanakan pada masa-masa mendatang sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya Lampung,” ujarnya.
Selain dihadiri unsur pemerintah dan akademisi, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Kepala Pekon Mataram Rohmat Riyadi beserta perangkat pekon, Ketua BHP Pekon Mataram, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh umat Hindu Tumarno, tokoh umat Katolik BP Juni, tokoh umat Islam Bambang Robani, Ketua Karang Taruna, serta Ketua Sanggar Merah Putih Eka.
Melalui pagelaran Wayang Lampung tersebut, STKIP PGRI Bandarlampung berharap seni budaya daerah terus lestari dan semakin dicintai generasi muda sebagai bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga bersama.***


















