Rp193 Miliar dalam Bentuk Emas Diklaim untuk Yayasan, Begini Perhitungannya Jika Dibagi 700 Santri

PORTAL ASPIRASI- Betapa Don Ritto itu orang yang sangat baik dan mulia bagi anak-anak Indonesia Timur, jika merujuk klaim advokatnya yang bernama Handika Hanggowongso.

Dalam konferensi persnya bersama Hotman Paris yang resmi menjadi pembela hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah pada Jumat, 17 Juli– Hanggowongso mengatakan, sejumlah barang bukti yang Kortastipidkor Polri sita senilai kurang lebih 476,22 miliar rupiah itu akan kliennta gunakan untuk kepentingan yayasan menjamin kehidupan 700an santri dari Papua dan Maluku serta untuk membangun fasilitas umum di dua Provinsi tersebut plus di wilayah NTT.

“Sekitar tahun 2023 Don Ritto meminta kepada pemilik untuk menggunakan rumah di Sentul sebagai backup kantor operasional yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan islam,” katanya, juga menyebut jumlah santri yang terdaftar sudah sekitar 700an orang di daerah sejumlah Indonesia Timur.

“Ke depan ada rencana dari berbagai pihak untuk membangun pesantren yang besar, mesjid-mesjid dan semua fasilitas umum baik itu di Papua ataupun Maluku dan daerah NTT.”

“Mengapa disimpan dalam bentuk emas, kenapa disimpan dalam bentuk dollar Singapura dan Amerika? Pada saatnya kami akan jelaskan setelah para pihak yang berkontribusi itu diperiksa oleh penyidik Jampidsus disertai bukti-bukti yang kuat, yang sahih dan relevan,” ungkapnya.

Namun stop di situ, tanpa membuka apa nama yayasan dan dasar klaim mengatasnamakan Indonesia Timur serta ratusan santri dan juga pesantren dalam dugaan skandal Tindak Pidana Pencucian Uang yang fokusnya mengarah kepada sang pemilik rumah di kawasan Sentul tersebut, yang keberadaannya tak terlihat meski pengacaranya memgklaim telah menjalani pemeriksaan sekitar 9 jam.

Terlepas dari kontroversinya, betapa Don Ritto itu ialah sosok yang sangat baik dan mulia atas pendirian yayasan masih anonim itu, sekali lagi– jika merujuk sang juru pembela, Handika Hanggowongso.

476,22 miliar, bukan angka yang kecil bagi para santri karena secara matematis maka anak-anak ini akan memperoleh sekitar 680 juta rupiah untuk satu orangnya, jika hanya merujuk pada angka 700an santri.

Dana tersebut juga akan berguna untuk menunjang kualitas pendidikan para santri secara menyeluruh.

Sebagai gambaran, dana itu dapat digunakan untuk memberikan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi, menyediakan asrama yang layak, membeli 700 unit laptop untuk menunjang pembelajaran, membangun perpustakaan modern, laboratorium komputer, ruang kelas baru, masjid, serta klinik kesehatan di lingkungan pesantren.

Selain itu, dana tersebut juga dapat membiayai kebutuhan makan bergizi para santri selama bertahun-tahun, menyediakan bus sekolah dan ambulans, hingga mendukung pelatihan keterampilan dan program kewirausahaan agar para santri memiliki bekal ketika lulus.

Namun jika aset yabg digunakan untuk kepentingan yayasan membangun dakwah dan pendidikan hanya bersumber dari temuan emas, maka nilanya sekitar 193 miliar rupiah.

Jika nilai tersebut dialokasikan untuk 700 santri, maka secara matematis tersedia sekitar Rp276 juta untuk setiap santri.***